SAH Tegaskan Gerindra Partai Komando, Tidak Ada Ruang Untuk Perpecahan



Selasa, 19 Maret 2019 - 07:36:00 WIB



SAH mendampingi prabowo saat tiba di Jambi
SAH mendampingi prabowo saat tiba di Jambi

JAMBERITA.COM- Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi Sutan Adil Hendra (SAH) membantah terjadi perpecahan di tubuh partainya terkait dukungan pencalegan DPR RI, bahkan menurut pria yang dikenal ramah ini justru kondisi hari ini Gerindra makin solid dan terus besar dengan dukungan rakyat.

"Saya istighfar jika ada segelintir calon legislatif yang langsung berkesimpulan Gerindra terbelah atau tidak solid terkait pencalegan DPR RI, karena yang namanya Kader Gerindra maklum dan paham partai ini sifatnya komando, tegak lurus dari atas hingga ke bawah, tidak ada kubu - kubuan, yang ada hanya perjuangan untuk memenangkan Prabowo Sandi sebagai Presiden dan Wakil Presiden," ujar SAH di Sekretariat DPD Partai Gerindra (18/3/2019) kemarin.

Sehingga dengan keyakinan Sami'na Wa'athona, kami mendengar, kami taat ! semua orang yang bergabung dengan Gerindra tahu arti kata sebuah kekompakan dalam tujuan membesarkan partai.

Namun SAH mengakui ada tiga atau empat orang kader baru yang tidak memahami situasi ini. Sehingga ketika garis partai memerintahkannya untuk maju sebagai calon legislatif nomor satu dari partai, mereka menentangnya. Padahal ini perintah partai untuk berjuang bersama menjalankan amanah partai yaitu memenangkan Bapak Prabowo sebagai Presiden dan Ketua DPD sebagai calon DPR RI.

"Mendukung calon nomor urut satu ini bukan keinginan saya tapi perintah partai, hanya saja kebetulan yang jadi calon nomor satu itu saya yang masih dipercaya Bapak Prabowo Subianto sebagai Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi dan juga Dewan Pembina DPP Partai Gerindra, semua Kader Gerindra tahu ini, kecuali mereka yang baru gabung sekedar mencaleg di Gerindra,” katanya.

Senada dengan apa yang disampaikan SAH, Teuku Muhammad Nazli, Humas Gerindra mengatakan masalah perpecahan di Gerindra sebenarnya tidak ada, Buktinya kader masih kompak satu barisan mendukung SAH, kurang kami saling menambahi dan lebih kami juga saling berbagi untuk memenangkan partai. 

Nazli juga menyayangkan sikap tidak dewasa sebagian calon legislatif yang melihat perbedaan sebagai sesuatu yang harus dibenturkan dengan perintah partai, seharusnya mereka malu sudah diberi ruang untuk mencaleg di Gerindra.

“Bukannya membuktikan diri mencari suara sebanyak - banyaknya, malah merusak tatanan kepartaian, tapi untunglah kita semua di Gerindra kompak untuk memenangkan Prabowo Sandi sebagai Presiden dan Wakil Presiden, memenangkan Ketua DPD untuk DPR RI, apalagi pak SAH merupakan Dewan Pembina DPP, yang berdarah-darah membesarkan partai ini,” ungkapnya.

Kekompakan Kader Gerindra ini juga diungkapkan Armen Siregar salah seorang pengurus teras Gerindra. Menurutnya mereka di internal heran jika ada pihak luar yang melakukan analisa kita terpecah, justru hari ini kita kompak, buktinya beberapa agenda partai seperti kegiatan Prabowo Menyapa beberapa waktu lalu sukses dilakukan.

Dalam konteks ini Armen mencium ada indikasi politik adu domba dari pihak - pihak yang takut bersaing dengan cara menghembuskan issu tentang perpecahan yang tidak ada.

Karena mereka melihat pola mereka dengan mengajak calon legislatif kita untuk tandem tidak berdampak elektoral bagi mereka. Akhirnya yang menuding sana - sini, termasuk dalam group WA Gerindra dengan cara memposting sesuatu yang memecah belah pengurus, makanya mereka dikeluarkan. “Cara demikian tidak akan berhasil, kita di Gerindra satu komando satu barisan,” tandasnya.(*/sm)

 









loading...








Pemuda Tewas diduga Tikam Teman Sendiri

Pemuda Tewas diduga Tikam Teman Sendiri

Senin, 22/04/2019 12:57:33