JAMBERITA.COM, BUNGO-Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bungo, melakukan pmeriksaan kesehatan dan peninjauan terhadap ketersediaan hewan kurban sapi dan kambing untuk Hari Raya Idul Adha 1439 H. Salah satunya di di Kelurahan Pasir Putih, Kabupaten Bungo.
Kegiatan tersebut dilaksanakan langsung oleh Kadis Peternakan dan Perikanan Syaiful Azhar bersama Kabid Peternakan Enggar dan didampingi Kadis Ketahanan Pangan Supriyadi.
Kadis Peternakan dan Perikanan menjelaskan, jumlah ketersediaan sapi kurban pada saat ini hanya mencapai 9 ekor sapi bali dan 2 ekor sapi simental. Jumlah ini memang ada pengurangan pada tahun 2018 ini sebanyak 13 ekor yang sebelumnya mencapai 24 ekor sapi setiap menyambut Hari Raya Idhul Adha.
Syaiful mengatakan pengurangan ini disebabkan petani sendiri masih trauma dengan adanya wabah penyakit Jembrana pada tahun 2017 lalu yang banyak menyerang hewan ternak.
Diketahui sapi untuk kurban Kabupaten Bungo dari Kementerian Agama Kabupaten Bungo sebanyak 878 ekor tahun lalu. Dari pedagang , milik Pemerintah yang ada di petani sebanyak 510 ekor, kalu dibandingkan dengan tahun lalu mencapai minus 368 ekor.
Dirinya juga mengharapkan kepada masyarakat yang membeli sapi di luar Daerah Kabupaten Bungo, dianjurkan untuk mengimformasikan kepada Dinas Peternakan dan Peikananan ataupun petugas yang ada di lapangan, agar bisa diperiksa kesehatannya. Ini agar terhindar dari penyakit yang membahayakan dan mewabah seperti penyakit Jembrana.
Kadis juga menjelaskan untuk di Kabupaten Bungo sendiri, saat ini rutin melaksanakan pemeriksaan dan pemberian vaksin kepada sapi-sapi tersebut. “Bagi masyarakat yang membeli sapi diluar daerah, hendaknya menelpon Dinas Peternakan dan Perikanan untuk informasi, atau dengan mendatangi petugas yang ada di lapangan, agar diperiksa kesehatannya,” tuturnya.
Sementara itu, Impi selaku petani sapi yang ada di Kabupaten Bungo juga menuturkan, untuk tahun ini dirinya merasa khawatir untuk menyiapkan stok seperti tahun lalu. Karena penyakit yang dihadapi belum bisa diatasi, hingga sampai saat ini , baru laku 1 ekor sapi yang terjual.
Menurutnya saat ini harga sapi bali paling tinggi mencapai Rp.18 Juta sampai Rp.19 Juta, dan yang terendah seharga Rp.14 Juta, sedangkan untuk sapi simental seharga Rp.31 Juta sampai Rp.33 Juta.(Rena Artika)
Gebrakan 'Banteng' Senayan! Edi Boyong Proyek Belasan Miliar, Tangani Longsor Lubuk Landai di Bungo
Catat! Ini Jadwal Imsakiyah Ramadan 2026 untuk 11 kabupaten kota di Jambi
BPJS Kesehatan Gelar Senam Sehat Kolosal Sambut Asian Games dan HUT BPJS
Wawako Zulhelmi Terima Kunjungan Tim Pansus I DPRD Provinsi Jambi




Danrem 042/Gapu tinjau Progres pembangunan KDKMP dan Jembatan Gantung di Kabupaten Bungo

