Viral Gelang Kode, Gelang Apa Itu?



Kamis, 03 Mei 2018 - 13:07:48 WIB



JAMBERITA.COM – Pasca keributan di kawasan Monas saat car free day (CFD) Jakarta beberapa waktu lalu, #GelangKode (baca: tagar gelang kode) mendadak viral dan menjadi trending topic twitter. Gelang kode adalah “atribut” berupa gelang berbahan kayu yang digunakan sekelompok massa yang menggunakan kaos dengan desain “#DiaSibukKerja” saat peristiwa keributan di CFD.

Apa sebenarnya keunikan gelang yang terbuat dari kayu tersebut? Simak penjelasannya.

Gelang yang terbuat dari kayu sangat digemari masyarakat Indonesia karena bisa didesain dengan bentuk yang sangat trendy sehingga bisa digunakan untuk berbagai jenis acara. Beberapa gelang berbahan kayu yang sangat diminati adalah gelang yang digunakan untuk berzikir atau bertasbih oleh umat Islam. Termasuk gelang yang terbuat dari bahan kayu yang dianggap memiliki tuah ataupun energi positif.

Selain dijadikan sebagai alat bantu untuk berzikir, menyebut dan memuji asma Allah SWT secara berulang,  gelang berbahan kayu kadang juga dianggap memiliki kekuatan mistis.  Gelang kayu kadang digunakan sebagai media pengasihan dan keberuntungan yang masih dipercaya oleh sebagian masyarakat hingga saat ini. Gelang ini terbuat dari kayu yang dianggap masyarakat memiliki tuah atau khasiat khusus. 

Anggapan sebagian masyarakat tentang khasiat yang dimiliki gelang dari kayu bertuah menyebabkan banyak orang memburu gelang kayu ini. Beberapa jenis kayu yang diinformasikan memiliki energi besar di dalamnya ialah seperti jenis kayu dewandaru, kayu cendana, kayu gaharu, kayu kokka, kayu stigi, kayu galih asem, kayu walikukun, kayu nagasari, dan kayu galih kelor.

Semua jenis kayu tersebut sering dijadikan sebagai “pegangan”, dan biasanya digunakan dalam bentuk gelang kayu bertuah. Di Indonesia, ada kelompok-kelompok masyarakat yang menjadikan beberapa jenis kayu tersebut sebagai media ritual ataupun peribadatan tertentu.

Untuk kegiatan berzikir, jenis kayu kokka menjadi kayu pilihan terbaik yang sering digunakan. Sedangkan untuk media “pegangan” yang dianggap memiliki isi atau bertuah, jenis kayu selain kokka sering digunakan oleh masyarakat.(*)

 

 

 









loading...