Giliran Madel Sampaikan Alasan Gugatan di MK



Jumat, 17 Maret 2017 - 13:26:29 WIB



Kiri H.Muhammad Madel dan H.Musharsyah
Kiri H.Muhammad Madel dan H.Musharsyah

JAMBERITA.COM - Perkara gugatan perselisihan hasil pemilu kepala daerah (PHP Kada) pasangan Madel –Har dengan  nomor 32/PHP.BUP-XV/2017memasuki sidang pendahulian di Mahkamah Konstitusi (MK) tadi pagi (17/3). . Dalam sidang ini, pasangan nomor urut satu di Pilkada Sarolangun tidak hadir. Sementara dari lawan, Hilalatil Badri melihat langsung proses persidangan.

Kuasa Hukum Madel-Har, Zul Armain Azis mengatakan jika Madel-Har tidak hadir dan mewakili ke kuasa hukumnya. “Yang hadir dari pihak lawan, Pak Hilal. Kalau Madel-Har tidak hadir,”katanya, kemarin.

Ditanya poin-poin yang menjadi alasan permohonan gugatan di MK, Ia mengatakan ada tiga dugaan pelanggaran yang sifatnya terstruktur, massif dan sistematis yang dilakukan pasangan CE-Hilal dalam Pilkada lalu. 

Pertama, terkait penggunaan hak pilih. Berdasarkan temuan yang dimiliki, ada anak dibawah umur yang menggunakan hak pilihnya. Ini tidak terjadi secara kebetulan saja. Karena ada banyak kasus. Selain itu, ada juga warga yang sudah meninggal dunia, namun mereka bisa menggunakan hak pilihnya. “Tadi sempat ditanggapi Pak hakim. Siapa yang memilih itu sudah meninggal. Inilah setannya pak Hakim. Kasus ini kami temukan tidak hanya satu,”katanya.

Kedua, penggunaan politik uang (Money politic) yang dilakukan secara merata hampir di semua kecamatan. Dengan jumlah uang yang bervariasi. Ada yang Rp200 ribu, Rp150 ribu dan ada juga Rp50 ribu. Selain itu, ada juga kupon yang bisa ditukarkan dengan mukena, sarung dan lainnya. “Misalnya di Batangasai kami temua pembagiannya Rp100 ribu.  Ada juga Sekdes yang bago-bagi uang Rp 50 ribu ke pemilih,”katanya.

Ketiga, persoalan pelanggaran di penyelenggara pemilu. Dimana, berita acara tidak ada stempelnya. Ini terjadi hampir di semua kecamatan. “Seharusnya kan pakai kecamatan,”jelasnya.(SM)



Artikel Rekomendasi