Alamak.. Sindikat Pencurian Pecahkan Kaca Mobil, Salah Satunya Oknum PNS



Kamis, 08 November 2018 | 21:19:53 WIB



Dua tersangka yang berhasil ditangkap
Dua tersangka yang berhasil ditangkap

JAMBERITA.COM - Tiga orang pelaku yang terlibat kasus pencurian dengan modus memecahkan kaca mobil berhasil ditangkap oleh Polda Jambi.

Dari ketiga pelaku, diantaranya ada seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dinas Pekerjaan Umum (PU) Muaro Jambi a.n M. Syukri alias Bujang.

Dikatakan Wadir Reskrimum Polda Jambi, AKBP Syarif Rahman bahwa ketiga pelaku tersebut berhasil ditangkap yakni, Deni Naun Masadi (53) warga Kota Jambi, M. Syukri alias Bujang warga Muaro Jambi (51), dan Willyanto alias David warga Kabupaten Tangerang (49).

Dari hasil penyelidikan Polda Jambi, pada hari Rabu (3/10/2018) sekira pukul 22:00 WIB telah dilakukan penangkapan terhadap tersangka a.n Deni Maun Masadi di jalan M. Kukuh RT.11 No.4 Kel. Paal V Kec. Kota Baru Kota Jambi.

Sedangkan pada hari Sabtu (6/10/2018) sekira pukul 06:00 WIB dilakukan penangkapan tersangka a.n M. Syukri alias Bujang dan tersangka a.n Willyanto alias David di Polsek Karawang, Provinsi Jawa Barat.

Ketiga pelaku tersebut diduga melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan sebagaimana dimaksud dalam pasal 363 KUHP.

"Pada hari Rabu (26/9/2018) sekira pukul 16:00 WIB, ketiganya dilakukan penahanan di rutan Polda Jambi dan tersangka a.n Willyanto alias David dilakukan penahanan di rutan Polsek Karawang Kota, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat," ujar Wadir Reskrimum Polda Jambi, AKBP Syarif Rahman, Kamis Sore (8/11/2018).

Adapun barang bukti temuan Polda Jambi yakni, satu unit Mobil Honda CR-V no pol BK 805 SA warna abu-abu metalik beserta kunci kontak, satu lembar STNK Honda CR-V no pol 232 KKH warna abu-abu metalik a.n Kuncoro Kukuh. Satu unit mobil Toyota Avanza warna hijau no pol BH 1872 LY beserta kunci kontak.

Selanjutnya pecahan kaca mobil Toyota Avanza warna hijau no pol BH 1872 LY, satu unit hp merk Oppo warna A371 warna warna putih gold, satu unit hp Nokia merk Nokia warna putih kombinasi hitam, satu lembar kwitansi pembayaran penambahan daya dari PLN nomor pelanggan 119365.9, satu lembar slip pembayaran listrik bulan Oktober 2018 sebesar Rp884.987,- a.n Suarni, dan uang tunai sebesar Rp 2 juta.

"Kerugian ditaksir mencapai Rp 90 juta dan mereka dikenakan pasal 363 KUHPidana serta hukuman penjara paling lama tujuh tahun penjara," tutupnya. (Cpm






loading...