Pertemuan Tugu Keris dan Pujasera Muncul di Persidangan Etik DKPP, Ini Faktanya



Kamis, 08 November 2018 | 20:42:06 WIB



Suasana klarifikasi dengan melihat pembicaraan whats App antara Misgianto dan Arief Rahmanuddin
Suasana klarifikasi dengan melihat pembicaraan whats App antara Misgianto dan Arief Rahmanuddin

JAMBERITA.COM- Dalam sidang Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI terungkap sejumlah fakta menarik. Salah satunya muncul pertemuan di tugu keris dan pujasera, jelutung.

Pertemuan ini mencuat saat Majelis sidang DKPP RI memeriksa percakapan Whats App Misgianto, ketua PPK Jelutung dan Ketua Panwas Kecamatan Jelutung Arif Rahmanuddin dalam sidang dugaan pelanggaran etik siang tadi Kamis (8/11/2018).

Ini bermula saat Ketua PPK Jelutung Misgianto dimintai alasannya mencaplok data yang diberikan Panwas Kecamatan. Padahal PPSnya sudah melakukan verifikasi dan bukan merekap hasil yang dilakukan PPS.

Misgianto mengaku saat itu tidak konsentrasi. Apalagi saat disebut 2 nama petinggi KPU dan satu nama pimpinan Bawaslu Kota Jambi. “Saya lampirkan WA dari pak Arif (Arif Rahmanuddin,red),” kata Misgianto.

Beberapa yang terungkap saat majelis membaca Whats App ini adalah adanya dugaan pertemuan di Tugu keris antar Misgianto dan Komisioner KPU Kota Jambi. WA ini muncul Arif Rahmanudin yang mempertanyakan pertemuan tersebut ke Misgianto. Arif Rahmanuddin menduga Misgianto bertemu dengan Hazairin dan Rahim.

“Karena setelah itu muncullah membawa ari juniarman, Yatno dan Arif Lesmana Yoga,” kata Arif Ramahnuddin. 

Ini langsung dibantah Misgianto. Termasuk H Rahim dan Hazairin. Menurutnya tidak ada pertemuan  ditugu keris dan  itu konteksnya berbeda dengan pujasera. Rahim mengakui ada pertemuan dengan Misgianto di Pujasera. Namun pertemuan ini untuk menguatkan psikologis Misgianto setelah proses karifikasi. “Saya hanya meringankan psikologis beliau, jangan disebut konspirasi,” kata Rahim.

Karena Saat melakukan klarifikasi dengan seluruh PPS, ternyata ada PPS yang menyebutkan jangan biarkan Pak Misgianto menanggung sendiri. “Pecahkan bisulnya sekalian,” kata Rahim.

SInyal dari PPS inilah yang membuatnya kembali meminta Misgianto untuk menyampaikan hal yang sebenarnya. (sm)








loading...