Heboh Soal Anggur Merah Ternyata Hasilnya Negatif, Ketahanan Pangan: Tak Ada Formalin



Jumat, 12 Oktober 2018 | 14:51:09 WIB



 

JAMBERITA.COM - Hasil uji laboratorium Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Jambi terkait dengan kabar dugaan anggur yang mengandung formalin ternyata negatif.

"Hasil pengujian laboratorium negatif, artinya tidak ada kandungan formalin dalam anggur tersebut," ungkap Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi Amir Hasbi melalui rilis Humas Pemprov, Jum'at (12/10/2018).

Kepala Bidang Konsumsi dan Ketahanan Pangan, Yuhelza Liza mengatakan bahwa residu pestisida anggur merah tersebut dalam ambang batas yang didatangkan dari Medan, Provinsi Sumatera Utara, diimpor dari Cina, importirnya legal. 

“Anggur merah tersebut merupakan anggur berbiji. Kalau biasanya dijual dengan kisaran harga Rp50.000 s.d Rp.55.000 per Kg, namun baru-baru ini dijual di Kota Jambi dengan harga Rp.40.000 per Kg," terangnya.

Adanya selisih harga bisa disebabakan kemungkinan tingginya produktivitas dan rendahnya biaya produksi, serta adanya panen raya di negara asal anggur tersebut. Selanjutnya lokasi penjualan anggur umumnya dijual di pinggir-pinggir jalan. 

"Dampak penjualan anggur tersebut tentunya sangat berpengaruh terhadap penjualan yang berada di supermarket atau swalayan, seperti di Jamtos, Ramayana dan lain-lain, karena harganya lebih murah,"jelasnya.

Sekretaris Ketahanan Pangan Arsyad Nur menambahkan bahwa sebelumnya sampel anggur dikirim ke laboratorium BPOM Jambi pada Selasa, 9 Oktober 2018, dan hasil pengujiannya keluar pada Kamis, 11 Oktober 2018 (sore).

“Ada 3 sampel anggur merah yang diuji, dari lokasi yang berbeda, berdasarkan hasil uji laboratorium BPOM Jambi, tidak ada kandungan formalin dalam anggur,” pungkasnya.(afm)






loading...