Soal Maraknya Hoax di Tahun Politik, Ihsan Yunus: Mari Bertabayyun



Jumat, 12 Oktober 2018 | 10:24:17 WIB



Ihsan Yunus
Ihsan Yunus

JAMBERITA.COM- Terungkapnya berita hoax dari Ratna Sarumpaet merupakan bukti mudahnya orang termakan hoax. Ini ibarat puncak gunung es yang kasusnya bisa lebih banyak ditemukan di tengah masyarakat.

 Sejatinya masalah hoax adalah masalah laten setiap kali Indonesia mendekati tahun politik seperti tahun 2019 nanti. Media sosial dan proses demokrasi bagaikan pisau bermata dua. Media sosial adalah medium penyebaran hoax paling ampuh mengingat mayoritas masyarakat Indonesia adalah pengguna aktif media sosial. Padahal peran media sosial dalam proses demokratisasi sangatlah penting sebagai salah satu saluran suara rakyat.

Dimintai tanggapannya, Ihsan Yunus, anggota DPR dari Komisi VI, Fraksi PDIP, menyatakan masalah hoax memang tidak bisa dihindari apalagi di tahun politik.

“Ini masalah yang sebenarnya terus berulang. Cara ampuh untuk jatuhkan lawan politik memang seringkali menggunakan hoax. Partai tempat saya bernaung contohnya -PDIP, sering diserang hoax dari tuduhan anti Islam sampai berhaluan komunis. Tuduhan-tuduhan ini tidak bertanggung jawab dan menurunkan integritas demokrasi Indonesia,” ujar Ihsan.

Ihsan Yunus berharap baik penyelenggara dan pengawas pemilihan umum, pihak kepolisian dan masyarakat berjibaku untuk memerangi masalah hoax ini. “Di aturan kampanye yang baru yang dikeluarkan Komisi Pemilihan Umum (KPU), sudah ada aturan untuk setiap calon legislatif agar mendaftarkan media sosialnya ke KPU. Saya harapkan tidak hanya sekadar mendaftarkan tapi juga ada penindakan misalnya bekerjasama dengan kepolisian untuk menindak akun-akun yang ikut kampanye padahal tidak didaftarkan ke KPU,” ujar Ihsan.

“Saya pribadi selalu sampaikan kepada tim yang membantu kegiatan kampanye saya sebagai caleg untuk tidak ikut-ikutan menyebarkan hoax untuk lawan politik sekalipun. Apabila ada hoax saya dorong tim untuk bertabayyun dan menanggapinya dengan kepala dingin. Kemarahan kita justru adalah salah satu hal yang ingin dicapai para penyebar hoax itu,”tambah Ihsan lebih lanjut.(*/sm)






loading...