Hindari Hoax, Polres Tanjabtim Ajak Pelajar SMAN 5 Bijak Bermedsos



Rabu, 10 Oktober 2018 | 13:41:27 WIB



JAMBERITA.COM - Polres Tanjab Timur (Tanjabtim) yang diwakili Kasat Bimas Iptu Nur Kholik memaparkan materi Siswa Anti Hoax dan Bijak bermedia Sosial (Medsos) di hadapan puluhan pelajar SMAN 5, Rabu (10/10/2018).

Ia menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan pendidikan jurnalis sekolah dengan mengusung tema siswa cinta negeri dan pendidikan berinovasi tinggi yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Provinsi Jambi.

"Apa itu yang dimaksud hoax,?" tanyanya didalam ruang pelajar SMAN 5 Tanjabtim.

Nur menjelaskan, hoax adalah informasi atau berita yang sesungguhnya tidak benar, tetapi dibuat seolah-olah benar adanya.

Adapun ciri ciri, yakni memberitakan secara sensual atau mengunggah emosi dan perasaan.

"Isi berita bersifat Provokasi, itu fitnah, menebar kebencian dan rekayasa foto. Sumber berita tak jelas, mengundang diskriminatif, penempatan tanda baca tulisan tidak tepat dan terakhir informasi yang disampaikan sepotong sepotong sesuai kepentingan," terangnya.

Selanjutnya ia menghimbau agar para pelajar agar dapat cerdas dan mengetahui kebenaran akan informasi atau suatu berita, dengan mengambil beberapa langkah. "Pertama, lihat sumber dari mana?" katanya.

Cari data/informasi pembanding melalui literasi literasi/ sumber yang terverifikasi serta gunakan akal sehat. Kemudian, Ia juga menambahakan mengenai upaya pencegahan terjadinya penyebaran hoax.

"Cermati alamat situs, berita yang berasal dari situs media yang sudah terverifikasi dewan pers akan lebih mudah diminta pertanggungjawaban," ungkapnya.

Kemudian periksa fakta. karena ada perbedaan antara berita yang dibuat berdasarkan fakta opini.

Fakta adalah peristiwa yang terjadi dengan kesaksian dan bukti, sementara opini adalah pendapat dan kesan dari penulis berita, sehingga memiliki kecenderungan untuk bersifat subyektif.

"Cek keaslian foto, caranya bisa memanfaatkan mesin pencari google, yakni dengan melakukan drag-and-drop ke kolom pencarian google images. Hasil pencarian akan menyajikan gambar-gambar serupa yang terdapat di internet sehingga bisa dibandingkan," jelasnya.

Ia meminta, para pelajar SMA 5 dalam bermain medsos seperti misalnya Facebook untuk ikut dalam grup medsos anti hoax, anti forum anti fitnah, hasut dan hoax, fanpage dan grup Indonesian hoax buster, fanpage Indonesian hoaxes dan grup sekoci.

"Digrup grup ini, warganegara bisa ikut bertanya, apakah suatu informasi merupakan hoax atau bukan, sekaligus melihat klarifikasi yang sudah diberikan oleh orang lain. Semua anggota bisa ikut berkontribusi sehingga grup berfungsi layaknya crowdsourcing yang memanfaatkan tenaga banyak orang," tambahnya.

Ia menjelaskan, bagaimana caranya dalam memerangi hoax. Pertama kata Nur, share pesan/informasi yang menyejukkan dengan menggunakan berbagai platform yang ada, lakukan dengan secara berkesinambungan (terus-menerus).

"Kampanyekan atau sosialisasikan kepada publik bahaya hoax dan propaganda dan cara mengatasinya, serta sinkronkan informasi/pesan dengan tindakan dilapangkan," tambahnya.

Berdasarkan pantauan, Nur juga menyampaikan beberapa pesan lainnya untuk menghindari berita berita hoax dan menunjukkan beberapa situs informasi antara hoax dengan yang asli. "Siswa cerdas tidak bisa dibohongi," pungkasnya.(afm)






loading...