Bantah Belikan Zumi Zola Alphard Rp 1,5 M, Asiang: Itu Rental!  



Senin, 08 Oktober 2018 | 12:34:20 WIB



Suasana sidang
Suasana sidang

JAMBERITA.COM - Joe Fandy Yoesman alias Asiang membantah telah membelikan Zumi Zola satu unit mobil Alphard seharga kurang lebih Rp 1,5 miliar.

Asiang merupakan seorang kontraktor dari Jambi yang dalam persidangan sebelumnya disebut membelikan mobil itu pada Zumi secara cuma-cuma.

"Saudara pernah berikan Alphard?" tanya ketua majelis hakim Yanto dalam sidang terdakwa Zumi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (8/10/2018).

"Nggak pernah beliin," jawab Asiang seperti dikutip dari detik.com.

Namun Asiang mengaku pernah dihubungi Varial Adi Putra yang saat itu menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Jambi. Saat itu Adi, menurut Asiang, memintanya meminjamkan mobil Alphard untuk Zumi, tetapi saat itu mobil tersebut sedang digunakan.

Adi yang turut dihadirkan dalam sidang itu sebagai saksi memberi keterangan berbeda dari Asiang. Menurutnya Asiang membelikan Zumi mobil Alphard.

"Saya kan waktu itu ditelepon Pak Amidy (Kepala Badan Penghubung Daerah Jambi), bahwa 'teleponkan Pak Asiang untuk pinjamkan mobil. Dia (Asiang) bilang nggak bisa (karena) dipakai. Nggak lama dari itu diberikan baru," ucap Adi.

Jawaban Adi yang berbeda dari Asiang itu membuat hakim keheranan. Asiang tetap mengaku tidak membelikan mobil itu, tetapi menyewakannya.

"Jadi waktu mau pinjam, saya bilang mobil mau dipakai. Dia (Adi) bilang, gimana kalau saya bantu, berhubungan karena ada tamu dari Jambi mau ke Jakarta. Saya bilang nanti saya cari, saya teringat saya kerja sama sama dengan teman saya, jadi saya berikan," jawab Asiang.

"Jadi mobil Alphard yang disita (KPK) itu pinjam?" tanya hakim lagi.

"Rental," jawab Asiang.

Dalam persidangan sebelumnya, mantan anak buah Zumi, Asrul Pandapotan Sihotang, menceritakan soal pembelian mobil itu oleh Asiang. Dia mengatakan pemberian mobil itu tidak berkaitan dengan proyek apapun.

Dalam perkara ini, Zumi disebut menerima gratifikasi dengan total nilai Rp 44 miliar. Dia juga didakwa memberi suap atau 'duit ketok' kepada sejumlah anggota DPRD Jambi senilai Rp 16,490 miliar.

Duit suap itu diduga terkait pengesahan RAPBD Jambi 2017 dan 2018. Ada sejumlah nama anggota DPRD Jambi yang disebut menerima duit dalam dakwaan. Jumlah itu berbeda antara satu dan lainnya.(sumber:detik)






loading...