Pedagang Keluhkan Lambatnya Pembangunan Ulang Drainase PTM Bungo



Sabtu, 22 September 2018 | 17:14:19 WIB



JAMBERITA.COM, BUNGO - Pedagang pasar Bungur atau pasar atas Muara Bungo mengeluhkan pengerjaan drainase pada bagian dalam  gedung Pasar Tradisional Modren (PTM) Bungo.

Menurut informasi yang dihimpun, pengerjaan drainase tersebut telah berjalan di bulan kedua.

Hal ini disampaikan oleh salah satu pedagang yang berjualan di dalam gedung pasar tersebut,  Sabtu 22 September 2018.

"Kendalanyo kami kan terganggu, apolagi sudah sekian lamo. Ditambah lagi dibikin semua selokan setiap gang, jadi orang mau belanjo ke dalam susah," keluh Meli.

Dirinya mengatakan, dampak yang dialami pedagang berimbas kepada jual-beli.

"Orang belanjo pado diluar, kami mau pindah pun sulit, tempat dak ado," sambungnya.

Dirinya mengungkapkan, tidak hanya pengerjaan drainase saja yang menjadi keluhan, akan tetapi juga termasuk listrik.

"Terus ado lagi tuh, lampu sering mati. Kadang hari Minggu yang kami harapkan dalam satu Minggu, buat ramai. Tapi malah hari Minggu pulak matinyo. Kadang dari pagi sampe siang. Itu kendalanyo," ujarnya.

Untuk itu, dirinya meminta kepada pemerintah untuk menuntaskan pengerjaan drainase tersebut.

"Kalau bisa, buat pemerintah daerah disegerakan lah pembangunan ini agar cepat selesai. Jadi cepat selesai, cepat pula orang-orang yang jualan di luar kalau bisa dimasukkan ke dalam," pintanya.

Akibat penggalian tersebut menimbulkan genangan air yang cukup mengganggu aktivitas pedagang serta pembeli pasalnya galian drainase yang tak kunjung rampung tersebut tergenang air dan menimbulkn bau busuk dipenuhi sampah.

"Mungkin sama dengan tempat pembuangan sampah, kayak gitulah baunyo. Kami yang udah terbiasa di pasar, tutup hidung semua. Apalagi orang yang cuma masuk sekali seminggu, kalau orang yang masuk sekali seminggu pakai cadar semua (tutup hidung)," jelas Meli.

"Kalau bisa pekerjanya ditambah lagi. Biar cepat selesai, kalau sekarang palingan 12 orang atau 10 orang, atau kalau bisa sekarang satu titik dulu yang dikerjain, jadi tidak terbengkalai," tutupnya.(rena)






loading...