Forum Diskusi Agribisnis UNJA Hadirkan Kadis Ketahanan Pangan Provinsi Jambi



Jumat, 14 September 2018 | 20:32:57 WIB



Foto bersama usai diskusi
Foto bersama usai diskusi

JAMBERITA.COM- Menyikapi berbagai isu aktual di bidang pertanian dalam arti luas, Jurusan Program Studi Agribisnis Universitas Jambi menggagas forum diskusi “Agribusiness Discussion Forum (ADF)”. Program ini rencananya akan dilakukan secara rutin setiap bulan.

Ketua Jurusan Agribisnis Universitas Jambi, Dr. Fuad Muchlis, SP, M.Si menuturkan, forum ini diharapkan bisa menjadi ruang publik dan "jembatan komunikasi” antara kampus dengan berbagai stakeholders atau praktisi dengan tema-tema yang relevan. “Diskusi bersama ini juga diharapkan dapat melahirkan solusi atau rekomendasi berbagai kebijakan untuk perbaikan berbagai program pembangunan di masa depan,” kata Fuad.

ADF hari ini (14/09/2018) menghadirkan Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) Provinsi Jambi Ir. Amir Hasbi, ME dan Guru Besar Ekonomi Pertanian UNJA Prof. Dr. Ir. Zulkifli Alamsyah, M.Sc yang juga Ketua POKJA Ahli Dewan Ketahanan Pangan Provinsi Jambi dengan Tema Kebijakan Pangan di Provinsi Jambi.

Amir Hasbi, dalam pemaparannya menyatakan bahwa pada aspek ketersediaan pangan, terutama beras di Provinsi Jambi saat ini masih cukup (surplus), yang disumbang oleh produksi yang cukup baik dari Kabupaten Kerinci, Merangin dan Tanjabtim.

Akan tetapi beberapa daerah yang selama ini menjadi penyumbang pangan dari komoditi beras maupun non beras di Jambi terus mengalami penurunan. Oleh sebab itu, Dishanpan terus melakukan langkah-langkah untuk mengantisipasi hal tersebut

Prof Zulkifli mengidentifikasi beberapa hal terkait tantangan pembangunan pangan di Jambi, antara lain; adanya Alih fungsi lahan (konversi) dari lahan pangan ke komoditi non pangan yang mencapai 3,83% atau 6.493 hektar per tahun; tingkat pertumbuhan penduduk yang lebih tinggi dari pertumbuhan produksi pangan; belum terdatanya arus keluar masuk pangan (distribusi); dan cadangan pangan pemerintah di tingkat kabupaten baru 4 dari 11 Kabupaten/Kota di Provinsi Jambi.

Terhadap barbagai masalah tersebut, Prof Zulkilfi menawarkan beberapa solusi, yaitu mengefektifkan kebijakan lahan pertanian pangan berkelanjuan (LP2B) dalam bentuk Perda, dan mengembangkan inovasi pemanfaatan pangan lokal sebagai upaya meningkatkan diversifikasi pangan.

Acara yang dipandu oleh Ir. Elwamendri, M.Si (Dosen Prodi Agribisnis UNJA) ini dihadiri oleh dosen dan sekitar 50 orang perwakilan mahasiswa di lingkup Fakultas Pertanian UNJA.(*/sm)






loading...