Rapat Terkait Vaksinasi Rubella, MUI Jambi: Boleh Jika Itu Darurat



Jumat, 14 September 2018 | 13:43:51 WIB



JAMBERITA.COM - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Jambi,Tarmizi Sibawaihi mengatakan Vaksin Measles Rubella (MR) boleh dilakukan karena itu darurat.

Hal ini disampaikan ketika rapat membahas Vaksinasi MR di Rumah Dinas Walikota, kawasan Broni, Jum'at (14/9/2018).

"Menurut Kitab Fiqh, hal tersebut boleh dilakukan yang haram selagi belum ditemukan yang halal. Itu sama halnya ketika kita berada di hutan tidak ada makanan dan hanya ada Babi," terangnya.

Walikota Jambi, Syarif Fasha, menghimbau kepada Kepala Sekolah yang dilingkungan Kota Jambi agar bisa segera melakukan Vaksinasi.

Berdasarkan Fatwa MUI Nomor 33 Tahun 2018 tanggal 20 Agustus 2018 tentang penggunaan Vaksin Measles Rubella (MR) produk SII untuk imunisasi, maka Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi dan MUI Kota Jambi menyepakati bahwa imunisasi bertujuan memberikan kemaslahatan dan perlindungan kepada anak dan masyarakat, terhadap risiko terkena penyakit measles (campak) dan rubella serta tercapainya eliminasi campak dan pengendalian rubella serta congenital rubella syndrome di Indonesia Tahun 2020.

Kedua, melaksanakan imunisasi Measles Rubella di kota Jambi dengan sasaran anak usia 9 bulan sampai 15 tahun, dengan target cakupan minimal 90%.

Ketiga, menghimbau kepada orang tua yang mempunyai anak usia 9 bulan sampai 15 tahun dan institusi pendidikan seperti PAUD, TK/RA, SD/MI, SMP/MTs dan pondok pesantren untuk mendukung dan mensukseskan kegiatan ini.

Dan yang terakhir, pelaksanaan imunisasi MR agar dilaksanakan secara profesional sesuai petunjuk teknis pelaksanaan imunisasi MR.

Selain Ketua MUI Kota Jambi, rapat ini dihadiri oleh Sekda Kota Jambi, Budidaya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Jambi, Ida Yuliati, Komda KIPI  (kejadian ikutan pasca imunisasi) Kota Jambi, dan Kepala Puskesmas Tahtul Yaman, dr. Nuriyah, M.Biomed. (Cpm)






loading...