Bawaslu Rilis Data Ganda 56.074, Ini Tanggapan Pengamat



Jumat, 14 September 2018 | 09:10:32 WIB



Mochammad Farisi
Mochammad Farisi

JAMBERITA.COM- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jambi baru saja merilis temua data ganda  sebanyak 56.073 dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019 di setiap kabupaten/kota dalam Provinsi Jambi.  Meski KPU sendiri punya data yang berbeda dari temua Bawaslu ini.

Pengamat politik dari Universitas Jambi Mochammad Farisi, LL.M mengatakan, temuan ini harus menjadi evaluasi bagi KPU untuk bekerja lebih optimal.  “Pantarlih sebagai ujung tombak pencocokan dan penelitian data pemilih harus lebih cermat dan teliti saat coklit dan input data di sistem informasi data pemilih (Sidalih),” kata Farisi, Kamis (13/9). 

Farisi mengatakan dengan adanya koreksi dari Bawaslu maupun partai politik (parpol), menunjukkan KPU sebagai lembaga yang terbuka menerima kritik dan masukan, serta dengan sungguh-sungguh berusaha memperbaiki dan melayani masyarakat dan parpol peserta Pemilu.

Ditambahkan Farisi, dengan adanya temuan puluhan ribu pemilih ganda tersebut, menunjukkan Bawaslu juga serius menjalankan tugasnya sebagai lembaga pengawas pemilu, yang dengan cermat mengawasi proses DPT. Menurut Farisi, energi pengawasan ini harus terus dipupuk dengan tujuan untuk kesuksesan Pemilu 2019 bukan karena ego sektoral. 

“Bawaslu sebagai lembaga pengawas memang harus lebih “cerewet” dalam melaksanakan fungsi pengawasannya. Tentunya tetap menjalin sinergitas dengan KPU untuk saling menguatkan atas dasar kekeluargaan,” ujarnya.

Dosen Fisipol Unja itu mengatakan, KPU dan pemerintah (Direktorat Kependudukan dan Catatan Sipil, Kemendagri) harus bersinergi dan lebih intens berkoordinasi, terutama terkait data kependudukan (DP4) sebagai bahan yang akan diolah menjadi DPT

“Kemudian hal yang paling penting juga dari masalah DPT ganda ini, menunjukkan tingkat partisipasi masyarakat masih rendah. Harus diingat, menyukseskan Pemilu tidak hanya menjadi tugas penyelenggara saja. Ini adalah pesta rakyat, hajatan rakyat, maka selayaknya rakyat juga aktif terlibat (peduli) dalam semua tahapan, termasuk didalamnya, pada saat KPU melakukan coklit,” beber Farisi. 

Dikatakannya lagi, keterlibatan masyarakat sangat penting untuk menyukseskan Pemilu 2019. Masyarakat harus terus diedukasi dan dimotivasi, bahwa merekalah yang butuh pemimpin (presiden, kepala daerah) dan wakil rakyat (DPR, DPD, DPRD) yang kapabel, sehingga masyarakat punya kesadaran lebih untuk aktif dalam proses Pemilu. 

Pria yang juga Sekjend Komunitas Peduli Pemilu dan Demokrasi (KOPIPEDE) Provinsi Jambi menambahkan, masyarakat harus mau melaporkan bila ada keluarga yang meninggal sehingga datanya bisa dihapus di DPT. Kemudian secara mandiri mengecek ke kelurahan/desa apakah namanya sudah terdaftar di DPS, atau bisa juga mengakses di infopemilu.kpu.go.id dan men-share info tersebut ke teman-teman netizen di media sosial masing-masing.

“Kami dari KOPIPEDE, mulai dari tingkat nasional, provinsi, hingga kabupaten/kota, serta ada Chapter Unja dan Chapter UIN, juga terus berkomitmen bersinergi dengan penyelenggara Pemilu, KPU dan Bawaslu, untuk membantu mensosialisasikan berbagai tahapan Pemilu, dan mengedukasi masyarakat untuk terlibat aktif menyukseskan Pemilu 2019,” pungkasnya.

 






loading...