Sungkem ke Sinta Nuriyah, Keluarga Gusdur Puji Prabowo



Kamis, 13 September 2018 | 20:57:51 WIB



Prabowo mencium tangan Sinta Nuriyah
Prabowo mencium tangan Sinta Nuriyah detik.com

JAMBERITA.COM- Putri presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Yenny Wahid, memuji bakal capres Prabowo Subianto  yang punya sifat visioner. Yenny juga menilai Prabowo punya komitmen terhadap demokrasi.

"Beliau adalah pemimpin yang luas jauh ke depan dan, bagi kami, yang kita hargai adalah walau latar belakang militer, cuma komitmen terhadap demokrasi itu luar biasa. Jadi tantangan kita ke depan itu gimana untuk me-manage pesta lima tahunan ini pilpres tidak ada benturan juga hal-hal yang eksesi. Semua harus berlandaskan demokrasi," kata Yenny di Jalan Al Munawaroh Nomor 2, Ciganjur, Jakarta Selatan, Kamis (13/9/2018) seperti dikutip dari detik.com.

Yenny juga mengakui punya kedekatan dengan Prabowo. Yenny merasa ada kedekatan ideologi dengan Prabowo, khususnya soal demokrasi, menjaga NKRI, dan Pancasila.

"Memang risiko saya sebagai jomblo politik karena tidak punya parpol. Tapi di luar itu semua kami memang sangat dekat dengan Pak Prabowo, kedekatan ini soal ideologis. Dijelaskan komitmen yang diberikan kepada bangsa ini adalah untuk mempertahankan Islam moderat dan sumpah beliau untuk NKRI dan Pancasila adalah sebuah komitmen yang tentu kita hargai," jelas Yenny.

Soal kedekatan, istri almarhum Gus Dur, Sinta Nuriyah, menceritakan begitu dekatnya keluarga Gus Dur dengan keluarga Prabowo. Sinta menerangkan orang tua Prabowo mengagumi mendiang Abdul Wahid Hasyim.  
Sampai-sampai, nama Hasyim digunakan untuk nama adik Prabowo, Hashim Djojohadikusumo.

"Keluarga Pak Prabowo-Gus Dur dekat, karena itu adiknya diberi nama Hashim. Sebetulnya orang tua Prabowo sangat mengagumi Pak Wahid Hasyim, karena itu namanya diambil Hasyim-nya," kata Sinta.

Sinta juga berpesan agar Pilpres 2019 berjalan dengan sejuk. Dia berharap tidak ada gesekan selama pileg ataupun pilpres.

"Saya hanya berharap pesta demokrasi saat ini harusnya dijadikan ajang kerukunan antar semua anak bangsa bukan tempat saling menghujan menjelekkan atau untuk mencaci maki. Tapi untuk merekatkan tali persaudaraan, karena tujuannya untuk NKRI. Itu pesan saya," katanya.

Apakah puji-puji keluarga Gus Dur ke Prabowo menjadi sinyal memberi dukungan Pilpres 2019? Belum tentu. Yenny mengatakan sampai detik ini masih menimbang ke mana dukungannya berlabuh.

Dia bilang keputusan pilihan di pilpres akan ditentukan seusai pemaparan visi-misi capres-cawapres setelah 23 September.

"Jadi kalau NU sudah pasti ada mekanisme sebelum buat keputusan. Dan nanti tanggal 23 kita mendengar dulu visi-misi para calon seperti apa. Karena yang dikemukakan pada publik itu janji yang harus ditunaikan," katanya. (*/detik)






loading...