Cacat Permanen dari Lahir, Nanda Warga Batanghari Ingin Bersekolah dan Butuh Uluran Dermawan



Minggu, 12 Agustus 2018 | 22:50:32 WIB



Nanda
Nanda

JAMBERITA.COM - Siapa yang tak tergetar hatinya ketika melihat kondisi dan keadaan Nanda Elisa yang baru berusia 11 tahun ini. Apalagi tiba-tiba terucap dari mulutnya yang selama ini tidak bisa berbicara normal ingin bersekolah. Akan tetapi dirinya mengalami sakit parah.

"Kemarin pas mak ngasih si bungsu minum susu lewat lah ank SD latihah berbaris dan gerak jalan pas depan rumah mereka berhenti dan menyayikan lagu 17 agustus, terus tiba tiba si bungsu langsung ngomong " mak nak sekolah" tak biasa dengar dio ngomong se jelas ini ya allah hati ku sedih," ungkap Winda saudarainya Nanda kepada awak media, Minggu (12/8/2018).

Winda mengungkapkan setelah mendengar keinginan adiknya itu air mata pun tak bisa dibendung dan langsung keluar. Ia berharap andai saja adiknya itu bisa duduk. Pasti mereka keluarganya menyekolahkannya, tetapi dengan keadaannya saat ini tidak mungkin bisa untuk mengecam pendidikan formal pada umumnya.

"Ya Allah mudahkan lah rezekinya, panjang kan lah umurnya, biar kami (keluarga) bisa merawatnya dengan baik, kami yakin di balik semua ini pasti ada hikmahnya," tuturnya dengan nada yang sedih.

Winda mengatakan, memang seharusnya seumur adiknya itu sudah waktunya untuk sekolah layaknya seperti anak-anak yang lain. "Tak ad sedikit pun perhatian dari pihak pemerintah Batanghari untuk sedikit memperhatikan masyarakatnya seperti ini, sudah 11 tahun tak ad belas kasihan dari pihak yang terkait," terangnya.

Karena desakan ekonomi dia tidak bisa berobat, bapaknya hanya seorang petani karet. Akhir-akhir ini Nanda sering kali mengeluh dan menangis sakit perut dan lagi keadaan pertumbuhan juga kurang.

"Kak (Winda-Red) kepengen dio bisa ngomong cerdas aja sudah alhamdllah, kalau untuk duduk sama jalan itu mungkin karna dokter pernah memponisnya, bentuk kakinya saja kita sdh tau," ungkapnya.

Ia berharap para dermawan dan Pemerintah Daerah bisa memberikan bantuan atau uluran tangan kepada Nanda, sedikitnya dapat meringankan beban penderitaan yang dialami oleh adiknya itu.

"Karena kasihan lihatnya sering nangis sendiri lihat penderitaannya anak yang baru 11 tahun sudah banyak beban dan penderitaannya," jelasnya.

Selama ini Ia mengaku belum ada bantuan dari pihak Pemerintah Kabupaten Batanghari. Meski sekedar datang untuk menjenguk warganya nanda yang menderita sakit parah itu. "Dari pihak desa pun dak ad respon padahal semua di desa ini tau keadaan adek Nanda," ujarnya.

Adiknya itu mengalami sakit bawaan atau cacat permanen. Mereka tinggal di Desa Teluk Ketapang RT O3 Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari. "Dulu pernah pihak desa minta data, tapi sampai sekarang belum ada respon," katanya.

Adiknya itu jarang berobat, apalagi menjalani perawatan medis di Rumah Sakit karena terbatasnya biaya. Kondisinya, hanya bisa makan bubur dan tidak bisa menyicip nasi seperti anak anak seusianya. "Tangannya gak bisa lurus kakinya juga begitu," tutupnya.(afm)




Tagar:

# BATANGHARI




loading...