Pembunuhan Bayi di Tebo, Pengamat: Dinas Perlindungan Anak Jangan Jadi Pelengkap OPD



Minggu, 22 Juli 2018 | 16:06:09 WIB



Nasrul Yasir
Nasrul Yasir

JAMBERITA.COM – Seorang ayah kandung di Kabupaten Tebo diduga tega menggorok anaknya hingga meninggal dunia.  Ini tentu saja menjadi hal yang sangat memprihatinkan bagi setiap orang yang mengetahuinya.

Pembunuhan sadis yang dilakukan oleh DW (21) Warga Desa Jambu Kecamatan Tebo Ulu membuat orang terkejut. Bahkan, Ia mengaku tega membunuh anaknya yang baru berumur 8 bulan tersebut, karena terbawa mabuk lem yang sebelumnya menurut keterangan kepolisian cekcok dengan istrinya.

Pengamat Kebijakan Publik Nasroel Yasir mengatakan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (P3AP2) Provinsi Jambi tidak boleh terkesan diam saja dan harus jemput bola dalam hal sosialisasi kepada masyarakat.

"Iya dinas terkait harus banyak melakukan sosialisasi guna melakukan pencegahan, dan sosialisasi tidak hanya dilakukan sekali saja," ungkapnya saat di Konfimasi Jamberita.com, Minggu (22/7/2018).

Sosialisasi dilakukan secara bersama dan bersinergi dengan dinas sosial, dan mengikut sertakan BKKBN sekaligus bersinergi dengan pihak kepolisian sampai ke tingkat desa.

"Semua kabupaten kota kan ada itu, mereka harus bersinergi dalam melakukan sosialisasi hingga ke tingkat kelurahan dan desa, apakah itu semacam pencererhan bahwa anak itu adalah titipan, dan tidak boleh disia-siakan" tambahnya.

"Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak jangan sekedar jadi pelengkap OPD-OPD Bae, harus membuat tim lintas instasi," pungkasnya.(afm)






loading...