Gratifikasi yang Dilaporkan ke KPK, Dari Tanah Hingga Suplemen Ginseng



Rabu, 13 Juni 2018 | 21:07:14 WIB



Gedung KPK
Gedung KPK

JAMBERITA.COM- KPK terbuka menerima berbagai laporan gratifikasi dari para pejabat publik. Laporan gratifikasi tak melulu soal uang atau aset berharga, ada pula yang cukup unik, seperti apa?

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah mengatakan penyelenggara negara atau pegawai negeri wajib melaporkan gratifikasi paling lambat 30 hari kerja sejak menerima uang atau barang yang diduga sebagai gratifikasi itu. KPK, disebut Febri, saat ini juga terus memperbaiki sistem pelaporan agar lebih efektif dan efisien.

"Penyelenggara negara atau pegawai negeri yang melaporkan gratifikasi dapat melakukan dengan cara lebih mudah. Bisa datang langsung ke KPK atau melalui e-mail pelaporan.gratifikasi@kpk.go.id atau pelaporan onlineyaitu melalui website gol.kpk.go.id," ujar Febri dalam keterangannya yang dikutip dari detikcom, Rabu (2/5/2018).

Menurut Febri, saat ini pelaporan gratifikasi semakin meningkat. Dari kurun Januari hingga April 2018, ada cukup banyak pelaporan gratifikasi yang diterima KPK.

"Dari Januari-April 2018, nilai gratifikasi yang ditetapkan menjadi milik negara antara lain berupa uang dan barang. Untuk yang berupa uang yaitu Rp 1.402.449.699, 65.244 dolar Amerika Serikat, 2.537 dolar Singapura, dan 374 euro," ujar Febri.

"Sedangkan yang berupa barang yaitu nilainya Rp 373.765.808, 880 dolar Amerika Serikat, 876 pound sterling, 83 euro, 28.000 won Korea," imbuh Febri.

Tak hanya uang atau barang, berbagai barang mewah hingga yang tak lazim pun dilaporkan ke KPK. Berikut ini daftarnya:
- 1 hektare tanah
- perjalanan wisata ke Eropa dan China
- keris
- mobil mewah
- perhiasan emas dan berlian
wine
- perjalanan umrah
- suplemen ginseng 



Advertisement



loading...