Ini Tiga Isu yang Akan Dibicarakan Trump-Kim di Singapura



Selasa, 12 Juni 2018 | 07:20:28 WIB



JAMBERITA.COM- Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan melakukan pertemuan dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jon Un di Singapura, pada 12 Juni 2018. Pertemuan AS-Korut ini menjadi sorotan dunia, karena sebelumnya hubungan kedua negara ini sempat memanas.


Selain itu, kedua negara berencana membahas berbagai isu dari kedua belah pihak. Berikut poin-poin penting yang akan dibicarakan Trump dan Kim Jong Un di Singapura:

  1. Pembahasan denuklirisasi

Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan Korut menegaskan kepada AS bahwa pihaknya siap untuk membahas denuklirisasi Semenanjung Korea.

Pengumuman ini muncul setelah Kim Jong-un menawarkan untuk bertemu dengan Trump. Untuk bisa bertemu, pihak AS sangat bergantung pada niat Korea Utara.

  1. Pihak Korut ingin bicarakan keamanan, kehormatan dan kesejahteraan

Dalam pertemuan di Singapura, Jong Un akan memperjuangkan tiga isu, yaitu keamanan, kehormatan dan kesejahteraan. Masalah keamanan, Jong Un dinilai bakal meminta AS menihilkan seluruh alutsista dari kawasan itu. Karena selama ini AS selalu mengirim armada perang mereka ke perairan Korea, bahkan ke pangkalan militer ke Korea Selatan.

Masalah kehormatan, Jong Un ingin membalikkan citra negaranya, yang selama ini dinilai menutup diri dari dunia internasional dan tak mengakui hak asasi manusia. Bahkan Jong Un ingin negaranya disejajarkan dengan AS, Rusia, China dan Korea Selatan.

Dan masalah kesejahteraan, Jong Un berencana pada 2018 untuk menggerakkan roda perekonomian Korut. Karena selama ini Korut mendapat sanksi ekonomi dari AS. Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) menyebut pendapatan per kapita masyarakat Korea Utara sebesar USD 1.800 atau sekitar Rp 25 juta dalam setahun.

  1. Masalah pembebasan warga Jepang

Sebelum pertemuan AS-Korut berlangsung, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe menitipkan pesan pada Trump terkait pertemuan tersebut. Abe ingin bertemu secara langsung dengan Korea Utara dan berbicara dengan mereka, sehingga masalah penculikan dapat diselesaikan dengan cepat.

Seperti diketahui, tahun 1970 dan 1980-an, 13 warga Jepang diculik oleh Korea Utara. Dan hingga saat ini, Abe masih mengkhawatirkan tentang pembebasan warga negaranya.

Dia juga menegaskan kembali kebijakan Jepang agar “perdamaian” dapat segera direalisasikan di kawasan itu. Dia juga mengatakan apabila Korea Utara “bersedia melangkah” ke arah yang benar, maka negara itu memiliki “masa depan yang cerah”.(detik.com)

 



Advertisement











APK di Batam Masumai Belum Dibongkar

APK di Batam Masumai Belum Dibongkar

Minggu, 24/06/2018 18:05:00