Sidak di Muaro Bungo, Satgas Pangan : Pemprov Siap Intervensi Pasar Jika Ada Lonjakan Harga



Sabtu, 09 Juni 2018 | 13:16:02 WIB



Sekda sekaligus Ketua Tim Satgas Pangan Provinsi Jambi M Dianto beserta rombongan saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak)
Sekda sekaligus Ketua Tim Satgas Pangan Provinsi Jambi M Dianto beserta rombongan saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak)

JAMBERITA.COM - Sekda sekaligus Ketua Tim Satgas Pangan Provinsi Jambi M Dianto beserta rombongan kembali melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di pasar pasar tradisional.

Kali ini Satgas pangan tinaju harga bahan pokok di Pasar Muaro Bungo dan swalayan buana bungo. Jum'at (8/5/2018).

Dianto mengimbau masyarakat untuk lebih cerdas dalam membeli barang-barang kebutuhan pokok selama bulan suci Ramadhan dan mendekati hari raya idul Fitri 1439 H.

Berdasarkan pantauan, Bupati Bungo dan Wakil Bupati Bungo, juga turut mendampingi Tim Satgas Pangan sekaligus melakukan peninjauan Rumah Potong Hewan (RPH) Muaro Bungo dan berakhir di Swalayan Buana Bungo.

Peninjauan harga bahan kebutuhan pokok oleh Satgas Pangan Provinsi Jambi bersama Pemerintah Kabupaten Bungo dan instansi terkait ini dilakukan untuk mengetahui secara langsung harga-harga komoditi bahan pokok pada saat Ramadhan dan menjelang Idul Fitri.

"Dengan harapan harga bahan pokok relatif stabil dan kalaupun terjadi kenaikan harga, kenaikan harga tersebut masih cukup wajar," kata Dianto.

Jika terjadi lonjakan harga atau kenaikan harga yang signifikan, maka Pemerintah Provinsi Jambi bekerjasama dengan Bulog siap melakukan intervensi pasar. Kebijakan dan langkah tersebut dipersiapkan dengan tujuan untuk membantu masyarakat supaya bisa merayakan Idul Fitri dengan kondisi yang relatif kondusif.

"Saya mengimbau masyarakat untuk lebih cerdas dalam membeli kebutuhan pokok, terutama dalam menghadapi Hari Raya Idul Fitri, seperti yang telah disosialisasikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi. Jangan sampai ketika menemukan barang yang dibutuhkan langsung membeli, tetapi harus ada pembanding harga dari 2 atau 3 toko lainnya untuk bisa dibeli dengan harga yang termurah," terangnya.

Seperti yang terjadi di Pasar Muaro Bungo tadi, harga daging ayam yang bagian depan ada yang 35 ribu per Kg, tetapi bagian dalam ada yang masih 30 ribu bahkan 28 ribu per Kg. Begitupun dengan harga cabai di sekitaran harga 20 ribu sampai 28 ribu per Kg-nya.

"Saya ingatkan sekali lagi kepada masyarakat untuk lebih cerdas, apalagi kita berbelanja di pasar tradisional yang harganya masih bisa ditawar. Jadi, negosiasi antara penjual dan pembeli memang sangat dibutuhkan untuk mendapatkan harga terbaik dalam membeli kebutuhan pokok ini," tegasnya.

Beberapa komoditi bahan pokok yang dibutuhkan oleh masyarakat dalam bulan suci Ramadhan dan menyambut Hari Raya Idul Fitri pada tahun ini masih relatif stabil dari sejak awal Ramadhan sampai dengan hari ini. Contohnya harga daging sapi masih berkisar di angka Rp120 sampai 130 ribu perkilonya.

"Bapak Bupati tadi sudah mengatakan, untuk daging sapi di wilayah Bungo ada jaminan dari pemasok, harganya tetap stabil dan tidak ada kenaikan yang cukup signifikan. Jika nanti ada kenaikan yang signifikan, dari pihak Bulog sudah menyiapkan daging beku berupa daging kerbau dengan harga kisaran Rp90 ribu sampai 100 ribu perkilonya, yang nantinya bisa menjadikan intervensi pasar," jelasnya.

Begitupun dengan komoditi lainnya seperti cabai merah, cabai rawit dan bawang, harganya masih relatif stabil. Tim Satgas Pangan Provinsi Jambi sudah meninjau harga kebutuhan pokok di beberapa kabupaten/kota Se Provinsi Jambi dan semua kebutuhan pangan yang dibutuhkan oleh masyarakat dalam rangka bulan suci Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri tahun ini sampai saat ini masih relatif stabil.

"Jika nanti ada kenaikan harga yang sangat signifikan, Pemerintah Provinsi Jambi bisa melakukan intervensi pasar dengan melakukan operasi pasar bersama Bulog Provinsi Jambi dan produsen komoditi lainnya. Ada 5 komiditi yang nantinya bisa dilakukan operasi pasar yaitu, daging beku, minyak sayur, beras, tepung terigu, dan gula pasir," ungkapnya.

Terima kasih kepada Tim Satgas Pangan Provinsi dan Kabupaten/Kota, karena sejak sebelum bulan suci Ramadhan telah melakukan peninjauan harga ke pasar-pasar, sehingga sampai saat ini bisa mengawal harga komoditi yang diperlukan oleh masyarakat sampai menjelang Hari Raya Idul Fitri tahun ini.

"Alhamdulillah, kita sudah ada jaminan dari Kepala Bulog Provinsi Jambi untuk melakukan intervensi pasar jika nanti ada kenaikan harga yang signifikan. Pemerintah Provinsi Jambi meminta Bulog bisa memainkan perannya jika nanti ada kenaikan harga dengan melakukan operasi pasar," pungkasnya.(afm)



Advertisement