Heboh, Harimau Tidur-tiduran di Aspal, Kepala BKSDA: Sudah Dihalau Masuk TNKS



Jumat, 08 Juni 2018 | 22:02:34 WIB



ilustrasi
ilustrasi

JAMBERITA.COM- Warga Kerinci kembali heboh oleh informasi adanya garimau yang tidur tiduran di jalan aspal sekitar kamis (7/6/2018).

Kejadian ini terjadi di Desa Renah Pemetik, Kabupaten Kerinci. Informasi ini dibenarkan Kepala Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jambi, Rahmat Saleh. “Sudah dihalau masuk ke TNKS,” katanya saat dikonfirmasi Jumat (8/6) malam.

Menurutnya,  petugas gabungan dari BKSDA dan Balai TNKS bersama masyarakat sudah menghalau masuk.ke TNKS. Informasinya, harimau tersebut tidur-tiduran di jalan aspal sekitar 3 hingga 4 jam lamanya.

“Sekitar sore hingga jam 8 malam, wilayah itu merupakan masih wilayah ekosistemnya, hanya berjarak 3-4 kilometer dari APL,” kata Rahmat.

Ia mengatakan, Harimau yang tidur-tiduran di jalan aspal tersebut merupakan indukan, serta individu yang berbeda dengan Harimau yang mencakar warga beberapa waktu lalu.

“Yang mencakar warga masih anakan, masih remaja, itu hanya cakaran di belakang tidak ada gigitan,” kata Rahmat

Dikatakannya, penampakan Harimau di Renah Pemetik merupakan cerita ketiga, pertama menerkam anjing, kedua mencakar punggung masyarakat dan ketiga tidur-tiduran di jalan. “Saat ini kita terus melakukan pemantauan, sudah dibentuk piket, tapi ini tidak juga memecahkan masalah, perlu dicarikan solusi bersama-sama antara pemerintah dengan masyarakat,” katanya

Ia pun menghimbau masyarakat untuk sama-sama menjaga habitat Harimau, karena Harimau menurutnya tidak memiliki insting untuk membunuh manusia.

“Yang jelas harimau itu sebagai mahluk ciptaan tuhan, kita juga diwajibkan sebagai khalifah untuk menjaga ciptaan tuhan, dia diciptakan bukan untuk memburu manusia, insting dia bukan untuk membunuh manusia,” katanya. 

Dia juga meminta warga diminta untuk melaporkan jika melihat harimau masuk ke pemukiman atau berkeliaran di kebun, bukannya diburu apalagi dibunuh. “Segera laporkan karena ada call center TNKS dan BKSDA,” katanya. (kj/sm)






loading...