Cerita Masa Kecil Bang Ojie: Dari Jual Es lilin Hingga Mandi di Sungai Batang Merangin



Selasa, 05 Juni 2018 | 14:34:25 WIB



Ahmad Fauzi saat bertemu warga .
Ahmad Fauzi saat bertemu warga .

JAMBERITA.COM - Nama Ahmad Fauzi semakin berkibar hingga ke seluruh pelosok desa di Kabupaten Merangin.

Berpasangan dengan Sujarmin, Bang Ojie, sapaan akrabnya, diperhitungkan sebagai calon terkuat untuk memenangkan pilkada Merangin, 27 Juni 2018 nanti.

Beberapa kisah terungkap dari masa kecil si "anak kolong" ini. Ternyata, ia pernah julan es lilin ketika masih duduk di SD di Tanjung Karang, Provinsi Lampung.

Saat itu, ayahnya, almarhum Kolonel M Ansori Dani, bertugas di Lampung. Ojie kecil pun lahir di ujung timur Pulau Sumatera ini. Tak hanya itu, ia juga menghabiskan masa kecil hingga tamat sekolah dasar (SD) di Tanjung Karang, Lampung.

Saat itu, Ojie sekolah di SD 4 Tanjung Karang. Sementara ayahnya yang berpangkat Mayor TNI AD, bertugas sebagai Kasi III di Korem 043 Garuda Hitam.

Jadi anak tentara berpangkat Mayor, bukan berarti Ojie kecil mau "mentang-mentang". Ia bahkan tak berharap jajan dari sang ibu, Nyimas Sabiha Nunung. “Saya cari jajan sendiri. Ambil es sama ibu tetangga. Saya jual di sekolah,” ujar ayah dari Puput, Aldi, dan Tata ini, Selasa (5/6/18).

Ia katakan, punya strategi ‘khusus’ jualan es. Termos es lilin ia bawa ke dalam kelas. Ditaruh di bawah meja ketika belajar. Begitu lonceng tanda istirahat berbunyi, Ojie harus menjadi orang pertama yang berlari ke luar kelas.

“Begitu lonceng bunyi, saya angkat termos es dan tegak di depan pintu kelas. Jadi kawan-kawan yang keluar kelas siapa yang mau beli es kan bisa langsung beli. Kemudian secepatnya pindah lagi ke kelas lain, jualan lagi,” tambahnya.

Suatu hari, sepulang sekolah, ia tiba-tiba menyodorkan sejumlah uang kepada ibunya. Ia membuat kaget perempuan lembut berdarah sunda dan keturunan bangsawan Kerajaan Banten ini.

“Ibu kaget, disangka ngambil duit orang. Sejak itu beliau baru tahu kalau di sekolah saya jualan es lilin,” ujar Fauzi lagi.

Pengalaman jualan es lilin berakhir ketika tamat SD. Menginjak bangku SMP, Ojie mengikuti ayahnya yang pindah bertugas di Kodim 0420/Sarko. Ia melanjutkan pendidikan di SMPN 1 Bangko dan SMAN 1 Bangko.

“SMP kami sudah di Bangko. Dulu kami terus mandi Sungai Batang Merangin di Ujung Tanjung itu. Loncat dari jembatan Samsudin Uban,” tutupnya. (*/sm)




Tagar:

# MERANGIN

Advertisement



loading...