Mengenal Lebih Dekat Riset Survey Kuesioner



Selasa, 05 Juni 2018 | 02:49:38 WIB



Riski Hernando
Riski Hernando

Riski Hernando, S.E., M.Sc.

Dosen Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Universitas Jambi

 FENOMENA yang terjadi pada mahasiswa belakangan ini, ketika menyusun tugas akhir masih banyak ditemukan kebingungan dalam memilih topik apa yang akan ditulis dan metode apa yang akan digunakan. Berdasarkan hasil diskusi dengan beberapa mahasiswa sebagian besar menginginkan topik terbaru, unik, dan hangat diperbincangkan. Akan tetapi, menginginkan metode penelitian yang mudah, tidak ribet dan cepat selesai. Hal ini jelas keliru, karena pemilihan metode penelitian itu tergantung dari apa tujuan riset tersebut. Jika tujuan riset adalah mendeskripsi atau memprediksi peristiwa atau fenomena tertentu, maka metode survey lebih cocok digunakan. 

Tulisan ini akan membahas mengenai riset kualitatif dengan menggunakan metode survey. Metode survey digunakan untuk menjawab pertanyaan Apa, Siapa, Di mana, Kapan dan Berapa. Metodenya dapat dilakukan dengan tiga cara: Pertama, Kuesioner. Kedua, Wawancara. Ketiga, Mengamati kejadian tertentu. Metode survey dengan menggunakan kuesioner juga dibagi atas tiga bagian: Pertama, Hand-delivered Survey. Kedua, Mail-Survey. Ketiga, Web-based Survey. Ketiga metode survey dengan menggunakan kuesioner tersebut akan dibahas secara rinci dibawah ini.

Metode survey dengan menggunakan Hand-delivered Survey yaitu dengan cara Periset menyerahkan kuesioner secara langsung kepada responden yang bersangkutan atau bisa diserahkan melalui perantara misal: asisten responden atau teman dan keluarga responden. Kelebihan dalam metode ini yaitu responden tepat sasaran. Akan tetapi, kekurangan dalam metode ini responden yang memiliki jabatan tinggi dalam suatu organisasi sulit untuk ditemui dan jika sampel penelitian ada dibeberapa lokasi yang berbeda tentunya membutuhkan pengeluaran biaya yang tidak sedikit.

Metode survey dengan menggunakan Mail-Survey yaitu dengan cara periset mengirimkan kuesioner penelitian kepada responden melalui Pos Surat. Kemudian, setelah responden mengisi kuesioner penelitian, diharuskan untuk mengirim balik kuesioner penelitian kepada si periset. Hal ini jelas sekali memiliki banyak kekurangan diantaranya: Lemahnya respon dari responden untuk mengisi ataupun mengirim kembali kuesioner penelitian, dikarenakan sibuk dengan aktifitas kerja sehingga mengabaikan kuesioner yang dikirim. Keterbatasan akses ke responden, Kejujuran responden dalam mengisi kuesioner bahkan ada responden yang mendelegasikan untuk mengisi kuesioner kepada bawahannya. Serta kuesioner penelitian yang tidak kembali. Di lain sisi, metode Mail-Survey juga memiliki kelebihan dalam hal efisiensi baik waktu maupun biaya dan coverage dalam hal jangkauan lebih luas meliputi lokal,nasional, regional dan internasional.

Metode survey dengan menggunakan Web-based Survey yaitu dengan cara periset mengirimkan kuesioner penelitian menggunakan internet melalui berbagai media misal: e-mail, aplikasi WhatsApp, Line, BBM, Facebook, Twitter dll. Adapun kelebihan dari metode ini terletak pada kemudahan akses, lebih cepat, dan canggih. Namun tidak lepas dari beberapa kekurangan seperti: salah responden dan low response rate.

Ketiga metode survey kuesioner di atas memiliki kendala utama yang sama yaitu low response rate. Jika dibiarkan hal ini tentunya tidak baik bagi penelitian itu sendiri. Berikut berbagai cara mengatasi low response rate agar terhindar dari ancaman response bias: penanganannya dapat dilakukan dengan menggunakan metode Ex-ante maupun Ex-post. Metode Ex-Ante dilakukan untuk menekan low response rate agar acceptable response rate di atas 50%. Sehingga bisa dikategorikan baik untuk keperluan analisis. Sedangkan metode Ex-post dilakukan ketika metode Ex-ante tidak berhasil dalam menangani low response rate.

Metode Ex-ante menekankan pada desain kuesioner yang dibagi atas dua bagian. Pertama, Make it short ! Artinya dalam mendesain kuesioner harus menggunakan instrumen penelitian yang pendek, menyajikan secara ringkas dan padat, dan  menanyakan informasi yang perlu saja. Kedua, Make it interesting ! Artinya desain kuesioner harus dibuat dalam bentuk format yang menarik dalam hal warna tulisan, warna kertas yang digunakan, tampilan kuesioner yang tidak membosankan serta penggunaan huruf yang baik untuk digunakan agar mudah dibaca, tidak terlalu besar ataupun terlalu kecil. Menghindari salah ketik (typo) ataupun salah menggunakan tanda baca. Terakhir diharapkan responden mudah untuk menjawab kuesioner penelitian.

Metode Ex-ante bukan hanya menekankan pada aspek desain kuesioner namun lebih dari itu mengenali responden lebih dekat merupakan hal penting selanjutnya agar lebih mudah dalam berkomunikasi untuk menanyakan kesediaan responden untuk berpartisipasi. Di cover letter kuesioner periset harus mengutarakan pentingnya tujuan penelitan dan kontribusi responden dalam penelitian. Jika perlu memberikan penegasan berupa pernyataan kalimat "rahasia responden dijamin". Dalam metode Ex-ante periset akan memberikan insentif berupa: hasil riset (baik dalam bentuk artikel maupun jurnal), Buku dan Gift (cendera mata, uang, makanan, voucher, tiket, kupon dll). 

Penanganan low response rate jika upaya metode Ex-ante tidak berhasil dilakukan ialah menggunakan metode Ex-post. Metode ini menekankan pada Test Nonresponse Bias yang dapat dilakukan dengan menggunakan reverse question maupun double barrier question. Penggunaan reverse question dapat dilakukan untuk melihat keseriusan si responden menjawab pertanyaan kuesioner. Terakhir, hindari penggunaan double barrier question ini berarti menghindari pertanyaan yang bermakna ganda dalam satu kalimat pertanyaan.

Metode survey kuesioner membutuhkan waktu baik dari sejak pengiriman awal sampai pengumpulan kembali kuesioner. Dibutuhkan kejelian dan semangat pantang menyerah yang tinggi disamping soft skill dan pengeluaran biaya yang cukup tinggi. Penekanan biaya dapat dilakukan tapi lihat juga dampak kedepannya apakah dengan penekanan biaya dapat mengumpulkan hasil kuesioner yang baik atau tidak. Kenal dengan responden secara personal merupakan hal penting selanjutnya untuk mempermudah akses dalam distribusi kuesioner. Pastinya riset yang dikatakan baik itu adalah riset yang selesai (Pepatah Dosen di UGM). (*/sm)

 

 



Advertisement











APK di Batam Masumai Belum Dibongkar

APK di Batam Masumai Belum Dibongkar

Minggu, 24/06/2018 18:05:00