Hanya Satu Harimau, Ini Penjelasan Balai TNKS soal Kronologis yang Menyerang Warga di Kerinci



Sabtu, 26 Mei 2018 | 20:16:21 WIB



ilustrasi
ilustrasi

JAMBERITA.COM - Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat serta tim penanganan konflik merilis kronologis satu ekor induk Harimau Sumatra yang menyerang warga yakni Rusmayati pada Kamis (24/5/2018) kemarin.

"Kronologis kejadian konflik harimau sumatera di Pemetik Kecil Desa Pungut Mudik Kecamatan Air Hangat Timur, Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi," terang Agusman, Kepala Balai Besar TNKS dalam press rilis yang didapat Jamberita.com. Sabtu (26/5/2018).

Pada tanggal 24 Mei 2018 sekira pukul 09.30 WIB saudari Rusmayati bersama suaminya saudara Usman 60 tahun mulai bekerja di ladang miliknya, yang berada di Dusun Pemetik Kecil Desa Pungut Mudik Kecamatan Air Hangat Timur Kabupaten Kerinci.

"Sekira pukul 12.30 WIB saudara Rusmayati yang kerja terpisah dengan suaminya, secara tiba-tiba diterkam oleh seekor harimau dari arah belakang sehingga membuat saudari rusmayati berteriak sambil berlari meminta pertolongan kepada suaminya yang berjarak sekitar 100 meter," katanya.

Mendengar teriakan istri, Usman langsung berupaya menghalau harimau sehingga harimau tersebut langsung meninggalkan lokasi. Selanjutnya pada pukul 15.00 Usman dibantu oleh Pelda Detrizal anggota Kodim 0417/KRC langsung membawa Rusmayati ke Rumah Sakit DKT Sungai Penuh untuk dilakukan penanganan pertama.

"Selanjutnya pada pukul 21.30 WIB dilakukan operasi penanganan intensif terhadap saudari Rusmayati di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mayjen A Thalib Kota Sungai Penuh, saat ini korban tengah menjalani masa pemulihan di Rumah Sakit DKT Sungai Penuh," terangnya.

Langkah-langkah yang dilakukan dalam pertemuan koordinasi pada tanggal 25 Mei 2018 kemarin di Sungai Penuh yang dihadiri oleh Balai Besar TN Kerinci Seblat (BBTNKS). Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi SKW 1 Bangko, KPHP unit 1 Kerinci, Mitra Taman Nasional fauna dan flora internasional pelestarian harimau sumatera Kerinci.

"Hasil pertemuan dalam penanggulangan konflik harimau di Dusun Pemetik Kecil perlu dibangun persamaan persepsi, komitmen dan tanggungjawab dari seluruh pihak dan mengirimkan tim penanganan konflik yang terdiri dari BBTNKS BKSDA Jambi KPHP unit 1 Kerinci yang berjumlah 12 orang, menuju lokasi kejadian untuk mengecek dan mengumpulkan informasi di lokasi kejadian memberikan bantuan dana kepada keluarga korban," ungkapnya.

Tim penanganan konflik akan memantau lokasi kejadian untuk menghindari terulangnya kejadian serupa, hasil pengecekan di lapangan lokasi kejadian berada di kebun ladang masyarakat yang berada di luar kawasan TNKS.

"Tim menemukan jejak dan bekas gigitan harimau Sumatera pada ember dan bekas botol di sekitar lokasi kejadian, jejak dan tanda-tanda keberadaan harimau sumatera di lokasi diindikasikan hanya satu ekor induk harimau sumatera dilakukan pendokumentasian dan pengambilan titik koordinat di lokasi kejadian," jelasnya.(afm)

 




Tagar:

# KERINCI




loading...