Diduga Pecat Karyawan Sepihak, Management Hotel Luminor Kota Jambi Terancam Digugat



Sabtu, 26 Mei 2018 | 19:13:02 WIB



Ibnu Kholdun bersama 10 pengacara lainnya saat mendatangi manajemen Luminor
Ibnu Kholdun bersama 10 pengacara lainnya saat mendatangi manajemen Luminor

JAMBERITA.COM - Management Hotel Luminor di Kawasan Kebun Jeruk Sipin Kota Jambi terancam digugat. Pasalnya, hotel ini diduga melakukan pemutusan kontrak karyawan secara sepihak.

Advokat Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Sapta Keadilan Jambi Ibnu Kholdun mengatakan, kedatangan mereka sebagai bentuk solidaritas.  Ada 10 advokat yang tadi datang ke menemui pihak manajemen. "Ada pengaduan ke kantor kami terkait dengan salah satu karyawan Luminor," ungkap Ibnu Kholdun kepada Jamberita.com, usai duduk bersama dengan GM Luminor,  Sabtu (26/5/2018).

Ibnu menjelaskan, karyawan ini sebetulnya baru satu bulan bekerja di Hotel Luminor dan sudah meninggalkan pekerjaannya ditempat yang lama. Tiba tiba tanpa ada peringatan, alasan dan pemberitahuan karyawan ini tiba tiba diputus kerjanya.

"Dia bingung jadinya, makanya kami datangi. Walaupun bagaiamanapun yang namanya tenaga kerja ada undang undang yang mengatur," terangnya.

Artinya kalau memang di PHK meskipun dia baru tetap mengacu kepada undang undang tenaga kerja, setidaknya ada hak bagi karyawan atau pesangon dan lain sebagainya.

"Yang lebih mengejutkan tadi bahwa dia tanpa dan surat perjanjian kerjo, artinya memang melanggar undang undang, kalau karyawan tidak tahu menahu, seharusnya ada kontrak kerja kan," terangnya.

Karyawan ini rupanya dianggap pekerja harian. Ia mengatakan tidak mempersoalkan ada kerja harian atau borongan apabila pekerjaan itu musiman. Sementara kerja di hotel itu sifatnya continue. "Makanya tadi saya minta surat kontrak segala macam tidak ada, ternyata serba lisan," tegasnya.

Persoalan ini, kata Ibnu tetap mereka perjuangan untuk mempertahankan hak-hak karyawan yang tidak dipenuhi oleh perusahaan tersebut. "Sesuai dengan mekanisme ini akan kami ajukan kepada Dinas Ketenagakerjaan Kota Jambi, kalau memang tidak diindahkan, kami akan gugat ini," pungkasnya.(afm)






loading...