Hebat...Satu Pegawai Dispora Provinsi Jamb Jadi Wasit Pada Pertandingan Tingkat Dunia



Kamis, 17 Mei 2018 | 14:19:03 WIB



Dari Kiri wasit Filipina, Brunei Darussalam, Baharudin  Jambi Indonesia, Thailand, dan dari Jakarta Indonesia
Dari Kiri wasit Filipina, Brunei Darussalam, Baharudin Jambi Indonesia, Thailand, dan dari Jakarta Indonesia

 

JAMBERITA.COM - Kasi Pembudayaan Olahraga Diskepora Provinsi Jambi Baharudin sukses mengikuti tes even pada beberapa bulan lalu hingga dipercaya kembali untuk memimpin pertandingan Cabang Olahraga (Cabor) level dunia.

yaitu Asean Game Agustus mendatang di Jakarta sebagai wasit.

"Disaat ikuti tes, perwakilan Asia itu sekitar 36 orang dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunai, Thailand, Filipina, Jepang dan lainnya. Alhamdulillah kita Jambi salah satunya perwakilan Indonesia terpilih," ungkap Baharudin kepada awak media, Kamis (17/5/2018).

Baharudin mengaku, kabar baik tersebut menjadi kebanggaan tersendiri baginya. Apalagi bisa membawa nama baik Provinsi Jambi dalam laga pertandingan di kelas dunia, yakni pada pertandingan Asean Game di Jakarta pada (18/8/2018) mendatang.

"Kebetulan pencak silat pertama diadakan dalam even Asean game. Tugas ini tidak gampang, tapi ini suatu kebanggaan kita bisa membawa nama Provinsi Jambi di level dunia," terangnya.

Sebelumnyadirinya telah beberapa kali memimpin even nasional mulai dari tahun 1992 lalu hingga sekarang masih aktif baik di tingkat nasional, Asia tenggara maupun dunia yang memang Baharudin merupakan salah satu mantan atlet pencak silat Jambi diera tahun 1980-1990.

"Menjadi wasit, kriteria yang harus dipenuhi, pertama sertifikasi. Harus mantan pesilat dan pernah mengikuti tes even, pertama menguasai peraturan pertandingan, baik secara tehnik maupun praktek serta dituntut untuk profesional," jelasnya.

Mengenai tantanganmenjadi wasit, Ia mengaku tentu banyak suka duka.

"Sukanya, kita merasa puas dan adanya kebanggaan karena memimpin pertandingan yang keras seperti ini. Dukanya, ketika selesai pertandingan dan ada menang ada kalah, kita juga harus siap disalahkan atau dikambing hitamkan, ini namanya risiko, bukan hanya disini saja namun pekerjaan apapun pasti ada resikonya," pungkasnya.(afm)



Advertisement











73 Persen Masyarakat Ingin Pemimpin Baru

73 Persen Masyarakat Ingin Pemimpin Baru

Sabtu, 26/05/2018 11:53:33