Kondisi 3 Gereja Sehari Pasca Ledakan: Bekas Kerusakan Sudah Dibersihkan, Polisi Masih Berjaga



Selasa, 15 Mei 2018 | 11:24:09 WIB



Situasi di Gereja Santa Maria Tak Bercela, Ngagel sehari pasca ledakan bom
Situasi di Gereja Santa Maria Tak Bercela, Ngagel sehari pasca ledakan bom

Sehari Pasca ledakan bom, aktivitas di tiga gereja yakni Gereja Santa Maria Tak Bercela di Ngagel, Gereja Pantekosta di Arjuno dan GKI di Diponegoro sepi. Namun penjagaan dari pihak kepolisian ketat. Jamberita.com mencoba mendatangi ketiga gereja ini.

SITI MASNIDAR- Jambi

SENIN (14/5/2018) sekitar pukul 10.30, jamberitacom mengunjungi tiga gereja yang baru saja terkena ledakan bom pada Minggu (13/5/2018). Dari tiga gereja ini, Gereja Pantekosta di Arjuno yang terlihat terparah.

Meski bangunan gedung relatif tak ada kerusakan parah. Apalagi halaman dari gereja tidak terlalu luas. Sementara gerbang gereja ditutup dengan triplek putih. Terlihat petugas memotong cabang pohon yang memang terlihat terbakar.

Bahkan, dari pemantauan kami, pohon yang menjadi pembatas dua jalur daunnya menguning. Di sebrangnya ada bangunan dengan dinding kaca. Beberapa titik terlihat pecah. Untungnya ledakan tak menyambar ke pom bensin yang jaraknya tak sampai 100 meter dari gereja.

Di Gereja Arjuno ini, eksekutor ledakan bom adalah Dita Oeprianto yang merupakan ayah dari empat anak yang ikut dikorbankan dalam ledakan bom di tiga titik.

Sebelumnya, dengan mengendarai Avanza Dita menurunkan istri dan dua putrinya untuk menjadi eksekutor bom di Diponegoro. Jarak gereja di Diponegoro dan Arjuno memang tidak jauh. Paling sekitar 5 menit dengan mengendarai mobil.

Di GKI yang berada di Jalan Diponegoro, bangunan gereja tetap kokoh. Bahkan sejumlah pohon yang berada di depan gereja tidak hangus seperti di Arjuno.

Salah seorang Satpam yang bekerja bersebelahan dengan Gereja, Sutrisno mengatakan disini tidak ada korban jiwa. Hanya dua tiga dari pembawa bom itu sendiri.

Sebenarnya, jika ketiga orang ini sempat masuk ke gereja, maka bakal banyak korban jiwa. “Untungnya satpam gereja menahan tiga orang ini. Sehingga ledakaan di luar. Kalau sempat ke dalam bisa dibayangkan korbannya,”kata Sutrisno.

“Sekarang penjaganya masih di rumah sakit,”kata Sutrisno.

Di Gereja Santa Maria Tak Bercela, Ngagel, situasi lebih ramai. Selain dari aparat kepolisian terlihat puluhan orang berada di dalam gereja. Ada yang duduk-duduk ada bersih-bersih. Sementara gerbang samping yang menjadi tempat masuknya eksekutor bom dipasang triplek. Lokasinya berada tepat di simpang lampu merah. Dimana, petugas kepolisian berjaga di dekatnya.

Sementara bangunan gereja utama tidak ada kerusakan. Karena memang jarak gerbang dengan gereja berkisar 10-15 meter. Sejumlah bekas kerusakan juga sudah dibersihkan. Disini dua kakak beradik yang menjadi eksekutor adalahYusuf Fadhil (18) dan Halim (16). Namun situasi gereja saat itu sedang ramai.

Jika melihat rekaman CCTV yang viral, Yusuf langsung mengarahkan sepeda motornya masuk ke tempat parkir gereja yang memang sedang ramai. Setelah itu bom pangku langsung meledak. Pos Security hancur.(sm)

 



Advertisement



loading...