Wabup Selalu Ditinggal, ZA: Pak Arsal Tak Akan Demikian, Saya Jamin



Rabu, 09 Mei 2018 | 18:01:31 WIB



Zainal saat menjawab pertanyaan debat
Zainal saat menjawab pertanyaan debat

JAMBERITA.COM, KERINCI – Persoalan Harmonisasi Kepala Daerah di Kerinci terus menjadi isu publik. Tidak hanya periode Adirozal dan Zainal Abidin Saja, namun pada periode yang lalu juga demikian, Bupati Murasman dan Wakil Bupati Mohd Rahman juga diketahui tidak akur dalam menjalankan roda pemerintahan.

Hal itu terungkap saat debat Publik Calon Bupati dan Wakil Bupati Kerinci, (5/5/2018). Menjawab pertanyaan Cabup Monadi tentang saran dan tugas wakil bupati, Zainal dengan enteng menjelaskan bahwa selaku Wakil Bupati Kerinci sebagaimana amanat Undang-undang memberikan saran, dan membantu Bupati.

Hanya saja kata Zainal, saya tidak pernah dilibatkan dalam penyusunan anggaran dan  penentuan pejabat.

“Mungkin saya tidak diperlukan dalam penyusunan anggaran dan penentuan pejabat,” ujarnya.

Karena tidak dilibatkan itulah, makanya selaku Wakil Bupati Kerinci, dirinya memilih banyak turun ke tengah masyarakat ke desa-desa. Malahan kata Zainal, dirinya banyak mengeluarkan dana pribadi untuk membantu masyarakat secara langsung.

Dia menjelaskan,  selaku Wakil Bupati Kerinci, banyak hal yang seharusnya diperbuat, namun karena peran yang diberikan tidak demikian, maka memilih jalan untuk duduk mendengarkan keluh kesah masyarakat jauh lebih baik dari pada duduk di kantor.

“Pemimpin Zaman Now itu adalah pemimpin yang mau duduk di kebun bersama masyarakatnya,” ujarnya.

Dengan tegas, Zainal Abidin menyebutkan apa yang ia rasakan juga sudah dirasakan oleh H. Mohd Rahman saat menjadi Wakil Bupati Murasman.

Di panggung debat itu juga, Zainal menyatakan bahwa Arsal Apri yang saat ini menjadi Calon Wakil Bupati mendampinginya tidak akan ditinggalkan dalam setiap pengambilan kebijakan.

“Pak Rahman juga sudah merasakan menjadi Wakil Bupati tapi tidak memiliki peran dan wewenang,  untuk itu selaku orang yang sudah merasakan, maka Pak Arsal Apri tidak akan saya perlakukan demikian, saya sangat memahami, saya di BKD itu belasan tahun, Baperjakat harus difungsikan, jangan sampai ada yang pangkat dan golongannya tidak mencukupi namun lolos,” tukasnya.

"Saya malu dengan masyarakat umumnya, karena tidak bisa berbuat banyak, sekarang kita buktikan, karena saya sudah merasakan bagaimana caranya tidak memiliki peran, dan peranan, maka Pak Arsal tidak akan demikian bersama saya, saya jamin, cukup kami yang merasakan," pungkasnya.  (*/sm)






loading...