Saipudin Bersaksi, Elhelwi CS Ramai-Ramai Bantah



Rabu, 09 Mei 2018 | 14:46:50 WIB



Suasana persidangan kasus 'ketok palu RAPBD Jambi 2018' dengan agenda pemeriksaan saksi untuk terdakwa Supriyono
Suasana persidangan kasus 'ketok palu RAPBD Jambi 2018' dengan agenda pemeriksaan saksi untuk terdakwa Supriyono

JAMBERITA.COM - Kesaksian Saipuddin dalam sidang kasus dugaan suap RAPBD Provinsi Jambi hari ini ramai-ramai dibantah oleh empat saksi dari Anggota DPRD Provinsi Jambi yang hadir.

Ini terlihat dalam sidang lanjutan dugaan suap RAPBD tahun 2018 siang ini Rabu (9/5/2018).

Mereka yakni Tadjuddin Hasan, Elhelwi, Parlagutan dan Cekman.

Setelah Tadjuddin Hasan membantah menerima uang dari Saipuddin, giliran Elhelwi juga membantah kesaksian Saipudin.

Elhelwi hanya mengakui jika dirinya ditelpon untuk datang ke Aston kamar 203. "Saya ditelepon dulu, disuruh naik ke 203. Ditelpon siang hari. Demi Allah demi Rasul," katanya.

Saat ditanya Jaksa soal surat jaminan yang dimintanya ke Saipuddin, Elhelwi membantahnya. Menurutnya, dalam pertemuan itu tidak ada permintaan surat pernyataan. "Kita bukan bicara uang, kita bicarakan pekerjaan. Saya ini hanya anggota fraksi. Tentu saya melaporkan ke ketua fraksi. Besoknya kami pertemuan, sekitar jam 8 atau jam 9, pertemuan di ruang fraksi. Saya sampaikan," katanya.

"Sesuai undang-undang, anggota DPRD Berkewajiban mengesahkan undang-undang. Tidak ada surat pernyataan. Tidak pernah meminta surat pernyataan terkait uang ketok palu. Tidak pernah bicarakan uang," ulangnya.

Hal serupa juga disampaikan Cek Man. Saat Saipudin datang ke rumahnya tidak menceritakan soal uang. Dia hanya meminta dirinya hadir dalam paripurna. "Tidak ada cerita uang, tidak ada menjanjikan uang, tapi kami wajib hadir kami adalah parpol pengusung," katanya.

Bahkan, Ia sempat mengingatkan Saipudin yang berkeliling malam malam ke rumah Anggota DPRD. "Ini keliling, ada KPK," katanya.

Begitu juga pengakuan dari Parlagutan. Anggota Fraksi PPP ini juga membantah keterangan Saipuddin soal janji uang maupun pemberian uang.

Pengakuan empat anggota DPRD ini membuat Jaksa mengingatkan saksi. "Saksi sudah berulang-ulang kali diingatkan, saya ingatkan saksi disumpah. Kalau bohong ada konsekuensi hukumnya," pungkas Jaksa.(sm)





Advertisement