Ternyata Ini Asal Bunga Tulip Sebelum menjadi Bunga Khas Belanda



Minggu, 29 April 2018 | 10:18:22 WIB



istimewa

JAMBERITA.COM-  Bunga tulip saat menjadi salah satu buga yang menjadi ciri khas di Belanda. Tapi siapa sangka jika bunga yang memiliki banyak warna ini ternyata awalnya dibawa dari tempat asalnya Pegunungan Pamir Asia Tengah dan Anatolia. Setelah itu, disebar ke seluruh dunia. Bunga Tulip kini menjadi simbol abadi datangnya musim semi.

Dari catatan sejarah Turki, Bunga Tulip dibawa oleh imigran Turki ke Asia Tengah sampai Anatolia. Mereka juga yang mengenalkan cara merangkai bunga itu sebagai hiasan di rumah. Walau saat ini Belanda yang dikenal sebagai Negara Tulip, tapi sudah sejak lama penduduk Turki menjadikan bunga tersebut sebagai inspirasi hidup, mulai dari karya sastra, kerajinan tangan sampai hiasan di mata uangnya.

Kepopuleran "Tulip Turki" lalu berembus ke Eropa pada pertengahan abad ke-15.  Bibit bunga yang pertama dikirim oleh Duta Besar Kekaisaran Austro-Hungaria Ogier Ghislain de Busbecq dari Istanbul ke Wina hingga sampai ke Belanda.

Di Belanda, bunga itu menjaid sangat populer. Bibitnya lalu dibawa ke Kanada dan Jepang hingga kemudian menyebar ke seluruh dunia. 

Setiap musim semi, negara-negara yang menjadi habitat Bunga Tulip pasti menyelenggarakan festival musim mekar bunga berwarna cerah itu.

"Kehadiran tulip di Anatoli dimulai dari migrasi leluhur kami dari Asia Tengah," kata anggota Yayasan Tulip Istanbul, Ismail Hakki Gulal, seperti yang dilansir dari  Anadolu pada Minggu (29/4/2018).

Gulal juga mengatakan bunga itu dibawa ke Belanda karena penduduk di sana sangat terkesan dengan estetika sang bunga. 

Pada masa itu, Bunga Tulip menjadi simbol kemakmuran karena berhubungan erat dengan kerajaan Belanda dan Ottoman yang kaya raya. "Di Belanda bunga ini memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi. Sedangkan di Turki memiliki nilai budaya yang juga sama tingginya," lanjutnya.

 Profesor Ekrem Bugra Ekinci, akademisi di Marmara University, mengatakan publik mulai menggandrungi Bunga Tulip di era Kaisar Ottoman Kanuni Sultan Suleyman.

"Pada saat itu, ratusan jenis Tulip diproduksi. Taman-taman Tulip menjadi sangat populer. Banyak penyair menuliskan puisi-puisi tentang bunga itu," kata Ekinci.

"Tulip menyebar dari Anatolia ke Belanda. Mereka menyukai Tulip yang beraneka warna. Di Amsterdam, bunga itu bisa terjual dengan harga setara dengan rumah," lanjutnya.(*/sm)






loading...