Sosialisasi MPR di Jambi, SAH Perkuat Daya Tahan Sosial Kebangsaan Masyarakat



Selasa, 17 April 2018 | 08:29:11 WIB



Sutan Adil Hendra
Sutan Adil Hendra

JAMBERITA.COM - Anggota MPR RI dari Provinsi Jambi Sutan Adil Hendra (SAH) berpandangan kegiatan Sosialisasi MPR tentang Empat Pilar Kebangsaan dapat memperkuat daya tahan sosial kebangsaan di masyarakat.

Pernyataan ini disampaikan Anggota Fraksi MPR Gerindra tersebut ketika membuka kegiatan sosialisasi empat pilar kebangsaan di Jambi Senin (16/4/2018)

Menurutnya selama tiga hari ke depan dirinya sebagai Anggota MPR akan melakukan berbagai kegiatan sosialisasi tentang Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika di berbagai lapisan masyarakat.

"Sering orang bertanya mengapa kegiatan Sosialisasi MPR penting terus dilakukan, jawabannya karena empat pilar kebangsaan merupakan unsur yang memperkuat struktur kebangsaan yang membingkai berdirinya Indonesia sebagai satu negara dan pemerintahan,”katanya.

Sebagai suatu struktur kebangsaan empat pilar memberi penguatan dalam membentuk daya tahan sosial kebangsaan di masyarakat.

Menurut pria yang juga menjabat sebagai Pimpinan Komisi X DPR RI ini, daya tahan sosial kebangsaan merupakan nilai-nilai yang membentuk karakter kebangsaan seperti cinta tanah air, menghargai perbedaan, musyawarah, gotong royong dan kesadaran hak dan kewajiban sebagai warga negara dan masyarakat.

"Daya tahan kebangsaan itu sisi kanan sebuah ideologi negara berupa pancasila, ini harus di bentuk dan ditanamkan di alam bawah sadar masyarakat secara terus menerus,” jelasnya. 

Hal ini dikarenakan Nation Building atau bangunan kebangsaan itu harus dibangun dan dipelihara secara terus menerus, salah satu caranya dengan kegiatan Sosialisasi MPR, ungkap SAH di hadapan mahasiswa STAI Ma'arif Jambi.

Oleh karena itu, SAH yang dikenal sebagai tokoh nasional ini mengatakan dirinya dan berbagai komponen masyarakat lain tidak pernah merasa lelah apalagi berhenti untuk menjaga semangat kebangsaan di setiap aktivitas yang dilakukan, baik sebagai Anggota DPR / MPR, sebagai Ketua Partai Gerakan Indonesia Raya maupun sebagai anggota masyarakat biasa.

Bahkan dalam kesempatan tersebut, SAH menjelaskan pemimpin boleh muncul silih berganti, tahun akan berlalu, musim akan berubah, tapi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak boleh berganti, karena inilah yang menjadi tanda keberadaan Indonesia.

“Sehingga kita harus memahami empat pilar kebangsaan sebagai satu unsur yang menyatukan tanah tumpah darah Indonesia, jadi ada tugas mulia, kerja besar dalam acara sosialisasi hari ini, “ tandasnya.(sm)



Advertisement



loading...