Kasus Novel Belum Ada Titik Terang, Samad: Saya Khawatir Terulang Lagi



Minggu, 15 April 2018 | 20:00:57 WIB



Abraham Samad
Abraham Samad

JAMBERITA.COM-  Belum adanya titik terang terhadap pealu penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan terus mendapatkan tanggapan dari berbagai kalangan. Salah satunya dari  Ketua KPK periode 2011 hingga 2015, Abraham Samad.

Samad pun khawatir kasus serupa akan kembali terjadi. Kekhawatiran Samad ini disampaikannya saat roadshow Seminar Motivasi Spirit of Indonesia di UIN Sunan Kalijaga, Minggu (15/4)."Saya khawatir kasus Novel akan terulang menimpa pegawai-pegawai KPK. Dan tidak menutup kemungkinan Komisioner KPK juga bisa kena (teror)," ujar Samad.

Dia menyampaikan sudah satu tahun kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan terjadi dan tak kunjung ada titik terangnya. Untuk mendorong agar kasus Novel Baswedan bisa segera terungkap, Samad bersama elemen masyarakat sipil pegiat anti korupsi  mendorong pemerintah untuk membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF).

"Saya tetap konsisten terhadap usulan saya sejak dari awal. Bahwa kasus Novel harus diselesaikan dengan Tim Gabungan Pencari Fakta. Karena apa? Ini sudah satu tahun," ungkap Samad seperti dilansir dari merdeka.com.

Samad menilai pembentukan TGPF bisa membantu pihak kepolisian untuk biaa mengungkap siapa dibalik penyerangan terhadap Novel Baswedan. Samad menganggap jika pemerintah tak segera membentuk TGPF dikhawatirkan kasus penyerangan terhadap penyidik KPK tak akan terungkap dan mengendap tak terselesaikan.

"Oleh karena itu, pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta itu adalah sebuah solusi yang paling tepat dan paling elegan. Karena kenapa? Tim Gabungan Pencari Fakta nanti kelak akan membantu pihak kepolisian," urai Samad.

Samad menambahkan kerjasama antar pihak kepolisian dengan TGPF bisa membuat pengungkapan kasus penyerangan Novel Baswedan bisa maksimal. Sehingga, sambung Samad, pelaku penyerangan bisa segera tertangkap.

Sebagaimana diketahui penyidik KPK, Novel Baswedan mendapatkan serangan dari orang tak dikenal saat menjalankan ibadah shalat Subuh di masjid yang berada tak jauh dari rumahnya pada 11 April 2017 yang lalu. Akibatnya Novel Baswedan mengalami gangguan penglihatan karena siraman air keras oleh orang tak dikenal. Hingga saat ini, pihak kepolisian belum berhasil mengungkap siapa pelaku penyerangan terhadap Novel Baswedan.(*/sm)

 



Advertisement



loading...