Ini Curhatan Mamang Bakso Tarsyid Setelah Dagangannya Dinyatakan Aman



Selasa, 03 April 2018 | 20:56:22 WIB



Mamang Bakso Tarsyid dan istri
Mamang Bakso Tarsyid dan istri

JAMBERITA.COM- Merusak lebih mudah dibanding memperbaiki. Kalimat ini sepertinya tepat terhadap isu miring yang menimpa mamang bakso Tarsyid yang biasa berjualan di Kampus Unja Mendalo.

Setelah tiga tahun berjualan, cobaan ini yang paling berat dirasakannya. Pasalnya, dagangannya diduga mengandung daging babi. Rumor ini tersebar luas di masyarakat Provinsi Jambi dan berakibat Tarsyid tak bisa berjualan. Belum lagi, pandangan sinis dari orang-orang sekitarnya.

Akan tetapi, dirinya memahami ini hanya suatu ujian yang harus ia lewati dalam berjuang untuk bertahan hidup dan menafkahi anak istrinya.

"Efeknya sangat besar dan dampak sosial yang kami rasakan sangat berat dan terpukul," ungkap Tarsyid di lantai II Gedung Polda Jambi usai menghadiri konferensi pers yang digelar Subdit I Ditreskrimsus Polda Jambi, Selasa (3/4/2018).

Namun Tarsyid tetap berusaha untuk tegar dan menerima ujian ini. "Mungkin ini takdir untuk kita, tetapi dari sini juga kami sebagai terlapor dapat mengambil pembelajaran dan hikmahnya," jelasnya.

Lalu apakah ada rencana untuk melaporkan balik? Tarsyid yang mengenakan peci bulat bermotif ini menjawab dengan bijaksana. Meski merasa dirugikan, Ia tidak berniat untuk melapor balik pihak terkait. "Kami tawakal, Alhamdulillah kami juga berlatarbelakang dari Pesantren jadi paham halal dan haram, kami terima apa adanya," terangnya.

Selama tiga tahun berjualan khususnya di kawasan Mendalo Jambi Luar Kota (Jaluko) baru kali ini dia merasakan kerugian serta dampak sosial yang cukup besar. Baik di lingkungan sekitar tempat Ia berdagang, maupun di lingkungan tempat tinggalnya.

Sebelumnya dalam konferensi pers, Subdit I Ditreskrimsus Polda Jambi AKBP Guntur Saputro menyatakan, hasil uji laboratorium dan penyidikan pihaknya lebih lanjut, bahwa bakso tersebut dinyatakan halal untuk dikonsumsi. "Kesimpulan hasil negatif (tidak terbukti mengandung daging babi-Red)," pungkasnya.

Hadir Kepala Dinas (Kadis) Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Kadis Ketahanan Pangan Provinsi Jambi, instansi Perternakan, MUI, BPOM dan unsur terkait. (afm)


Penulis: Arief Marthaguna
Editor: Siti Masnidar






loading...