JoomlaLock.com All4Share.net

bawas1u

Destinasi Lubuk Penyengat Sulap Lahan Gambut jadi Wisata Kreatif yang Mencuri Perhatian Warga
Destinasi Lubuk Penyengat

Destinasi Wisata Lubuk Penyengat merupakan salah satu destinasi yang saat ini berhasil mencuri perhatian warga Provinsi Jambi bahkan dari luar Jambi. Lokasinya yang terletak hanya 45 menit perjalanan dari Kota Jambi ini ternyata dikelola secara swadaya oleh masyarakat.

SITI MASNIDAR, Jambi

SIAPA sangka lahan gambut di belakang rumah warga ini bisa menghasilkan rupiah. Hanya berawal dari ide kreatif dari para komunitas warga yang mencoba mengelolanya menjadi destinasi wisata.

Ya Itulah Destainasi wisata Lubuk Penyengat yang berada di Desa Baru, Marosebo, Muarojambi. Saat tiba di lokasi ini, Anda akan disambut oleh keramahan warga yang mengantar mencari lokasi parkir.

Setelah itu, sebuah loket pembelian tiket yang berada tepat di salah satu rumah warga akan langsung menawarkan tiket yang tarifnya sangat terjangkau yakni Rp3 ribu. Bahkan ini, masih bisa mendapatkan potongan harga jika kita datang dengan membawa rombongan.

Kemudian, kita akan diarahkan untuk masuk ke samping rumah warga. Dari sini terlihatlah pintu masuk yang banyak terbuat dari rotan dan bambu. Ada sandal jepit raksasa berada di depan yang tentu bisa menjadi arena selfi pertama.

Masuk ke dalam, Anda akan disuguhui berbagai photobooth menarik. Mulai dari tangan raksasa, bermain perahu, rumah dusun, dinosaurus yang terbuat dari batok kelapa dan masih banyak lagi. disini akan puas jika hanya ingin mengabadikan foto selfi Anda.

Tapi tentu Anda akan bertanya, siapa pengelola destinasi yang berada di lahan gambut dan halaman belakang rumah warga ini?

Kami pun mencoba berbincang dengan pengelola. Ternyata ini tak dikelola secara pribadi tapi swadaya oleh warga disini. Namanya Komunitas Muaro Dano, Desa Baru.

Komunitas ini merupakan warga Desa Baru yang beranggotakan 30 orang yang memiliki konsep kreatif. Objek wisata yang diberi nama Lubuk Penyengat ini lahir dari ide beberapa pemuda karena Desa Baru Kecamatan Maro Sebo dilewati wisatawan lokal dan Luar Negeri yang berkunjung ke kawasan percandian Muaro Jambi.

Dari potensi itu, para pemuda yang di motori Ahmad Misran, Sukirman dan Ahmad Yani tergerak untuk menuangkan ide-ide kreatif komunitas Muaro Dano. Komunitas manawarkan kearifan lokal dan budaya setempat dengan memamfaatkan lahan gambut yang sudah tidak bisa dimamfaatkan warga.

Ketua Komunitas Muaro Dano, Ahmad Yani mengatakan, komunitas yang digawanginya berdiri pada Februari 2017. Dari kominitas itu mereka mengawali beberapa kegiatan dalam membangun Objek Wisata Lubuk Penyengat.

“Komunitas Muaro Dano ingin menawarkan wisata berbasis alam tampa merusak lingkungan. Sehingga semua bahan yang kita gunakan juga ramah, sepeti sabut kelapa dan rotan,” ujarnya baru-baru ini.

Lahan wisata Lubuk Penyengat mencakup area seluas kurang lebih 2 hektar. Namun baru 50 persen yang dimanfaatkan sebagai spot foto selfie dan tempat wisata berupa saung, payung.“Sebagai lahan merupakan gambut. Ini yang nantinya akan kita coba mamfaatkan untuk pengembangan,” ucapnya.

 Sejak diresmikan dan dibuka pada Agustus 2017, Teluk Penyengat yang menawarkan berbagai wahana lingkungan ini sedah dikunjungi 2.000 pengunjung. Dengan potensi ini pada September 2017, Komunitas Muaro Dano secara resmi telah berbadan hukum melalui surat keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia tentang pengesahan Kelompok Sadar Wisata.

“Selain menyediakan tempat selfie yang indah dan unik Lubuk Penyengat juga menyediakan kuliner khas desa yang melengkapi kenyamanan anda bersama keluarga tercinta saat berkunjung ke kawasan wisata lubuk penyengat seperti Gulai Pucuk Rotan, ikan panggang ruan, ditemani sambal terasi dan sambal jeruk nipis,” sebutnya.

Ia mengakui jika harus terus berinovasi agar tidak ditinggalkan pengunjung. Karena jika hanya menawarkan spot yang ada saat ini, tentu akan membosankan.

“Kedepan kita terus berbenah dan melengkapi lokasi wisata ini dengan beragam pilihan dan spot photo, mengikuti perkembangan dan kebutuhan akan wisata berbasis ide-ide kreatif anak kampung dan dusun, termasuk dengan membuat paket khusus wisata edukatif bagi siswa sekolah,”pungkasnya.(sm)

Dibaca 130 kali
Tagar Terkait:
Bagikan ke Medsos !

BERITA 5 BAWAH

  • POLITIK JAMBI
  • HUKUM JAMBI
  • BERITA JAMBI
  • OPINI JAMBI
Post by Redaksi
08 JanuarI 2018 - 10:24