JoomlaLock.com All4Share.net

bawas1u

Pilih Normal Atau Caesar, Ini Penjelasannya
Ilustrasi

Dahulu seseorang jika harus melahirkan caesar tentu menjadi momok yang menakutkan. Namun, kemajuan tehnologi saat ini membuat para calon ibu makin berani. Bahkan, ada beberapa wanita yang memilih cara ini tanpa indikasi medis. Lalu mana yang baik melahirkan secara normal atau melalui caesar?

 

TAK sedikit para ibu terutama kaum sosialita yang kini memilih persalinan caesar. Rasa sakit saat persalinan normal sering menjadi penyebab. Selain juga karena ingin menjaga organ kewanitaannya. Bahkan, sejumlah pesohor juga memilih cara ini.

 

Menurut dr Meidirin Joni SpOG, persalinan caesar tanpa indikasi medis tidak dianjurkan. “Persalinan normal tetap harus menjadi pilihan pertama. Karena bagaimanapun proses operasi tetap lebih berisiko dibandingkan normal,”katanya baru-baru ini.

 

Ia mengakui kemajuan tehnologi kedokteran saat ini membuat orang makin nyaman untuk melakukan operasi caesar. Proses pemulihannya juga lebih cepat. Misalnya, dari arah sayatan. Termasuk juga soak anestesi. Karena tak perlu bius total. Atau dikenal anestesi epidural yang hanya digunakan sebagian. Jadi, dari bagian pinggang ke bawah yang diberikan anestesi, sementara dari bagian pinggang ke atas tidak.

 

Dengan demikian si ibu masih tetap sadar. Sehingga bisa menyaksikan para dokter yang tengah mengoperasi dirinya. Bahkan, jika memungkinkan masih bisa mengobrol dengan pasangan yang menemani. Kemudian mendengarkan suara tangis pertama bayinya. Juga bisa menggendong dan memeluknya, sesaat setelah si bayi dikeluarkan.

 

Hanya saja, tetap yang namanya operasi ada risiko. Karena itu persalinan normal tetap harus menjadi yang utama. Karena ini menyesuaikan dengan waktu kontraksi bayi siap dilahirkan. “Biasanya wanita takut soal organ kewanitaannya. Padahal ini tidak sepenuhnya mitos tersebut benar. Sama saja,”katanya.

 

Yang jelas, dokter melakukan operasi jika ada indikasi medis. Indikasi medis menunjukkan adanya kelainan, baik pada ibu ataupun janin. Seperti kita tahu, dalam proses persalinan ada tiga faktor penentu yang dikenal dengan istilah 3P.

 

Yang pertama power, yaitu tenaga mengejan atau kontraksi otot dinding perut rahim. Kemudian passage keadaan jalan lahir. Dan, passanger, yakni si janin yang hendak dikeluarkan.

 

Kelainan power yang berakibat pada dilakukannya operasi caesar yaitu, keadaan ibu berpenyakit jantung atau asma yang akut, daya mengejan lemah, dan beberapa penyakit menahun lain yang mempengaruhi tenaga.

 

Kelainan passage biasanya timbul karena sempitnya panggul, tertutupnya jalan lahir oleh plasenta, atau terdapat infeksi di jalan lahir sehingga dikhawatirkan akan menular ke anak, misalnya herpes kelamin.

 

Kelainan passanger karena bayi dengan berat lahir besar (lebih dari 4 kg), bayi sungsang untuk kelahiran pertama, atau diduga janin dengan keadaan denyut nadi kacau dan melemah.

 

Saat ini operasi caesar dianggap mampu menyelamatkan bayi-bayi yang tidak bisa lahir lewat persalinan normal. Misalnya saja, bayi prematur yang mengalami gangguan pernapasan. “Jadi jika ada masalah, perslainan normal tidak bisa dilanjutkan baru caesar menjadi pilihan,”pungkasnya.(sm)

Dibaca 157 kali
Tagar Terkait:
Bagikan ke Medsos !

BERITA 5 BAWAH

  • POLITIK JAMBI
  • HUKUM JAMBI
  • BERITA JAMBI
  • OPINI JAMBI
Post by Redaksi
08 JanuarI 2018 - 10:24