JoomlaLock.com All4Share.net

tanbar

Ini Catatan Seorang Warga, Untuk Kemajuan Sarolangun Yang Dicintai
 
JAMBERITA.COM - Mantan Pejabat Pekerjaan Umum dah Perumahan Rakyat (PUPERA) Provinsi Jambi Ibnu Ziady MZ, ST, MH yang kini terus berjuang untuk tetap berkontribusi dan membangun daerah Kabupaten Sarolangun. 
 
Ia menuliskan sebuah catatan pasca mudik lebaran dan liburan. Menurut Ibnu Ziady, sebenarnya banyak potensi yang diharapkan mampu menghasilkan kontribusi pendapatan dari cara yang sama untuk menambah income bagi pembangunan daerah kita.
 
"Kalau kita ada kemauan banyak potensi yang ada di daerah kita yang apabila kita lakukan inovasi secara kreatif akan mampu menarik minat para pendatang untuk berkunjung ke tempat kita. Kita memiliki sumber daya alam yang indah, ada goa, danau, perbukitan yang indah dan komunitas etnik dan budaya yang masih natural," tulis Ibnu Ziady, Minggu (2/7/2017).
 
Berikut lebih lengkap catatan Ibnu Ziady atas nama salah serong warga Kabupaten Sarolangun.
 
Berakhir sudah liburan panjang pada lebaran Idul Fitri 1438 H. sebuah tradisi yang konon katanya hanya ada di negeri kita Indonesia, siklus tradisi tahunan ini memang sesuatu yang ditunggu-tunggu oleh berbagai kalangan masyarakat bahkan perencanaannya sudah dilakukan jauh-jauh hari. Baik pemerintah maupun masyarakat sudah mengantisipasi prosesi mudik lebaran ini dari jauh-jauh hari.
 
Namun fenomena belakangan ini yang terjadi adalah bahwa mudik lebaran tidak hanya sekedar ajang silaturrahmi antara perantau dengan keluarga yang tinggal di kampung atau berkunjung dengan sanak saudara yang jauh. Tetapi sekarang sudah berkembang sekaligus menjadi ajang liburan rekreasi keluarga. Menjadi momen yang istimewa bahwa pada momen liburan lebaran tahun ini dengan hadirnya mantan presiden Amerika Barrack Obama yang katanya ikut “mudik” ke negara kita.
 
Fenomena liburan lebaran yang menarik ini terlihat jelas pada dinding-dinding media sosial baik di facebook, BBM, Instagram dan media sosial lainnya yang sedang populer, status OTW menjadi viral yang sangat ramai didunia maya itu. Tidak bedanya apakah kepergiannya itu dari kota ke desa atau sebaliknya atau ke tempat yang jauh antar pulau, antar provinsi, antar kabupaten yang penting tetap OTW. Bagi yang tidak OTW alias di rumah saja juga disuguhi  hiburan mata dan jari-jari tangan dengan membuka gadget, karena tanpa harus ikut OTW dapat juga melihat panorama alam atau obyek wisata atau action berbagai polah tingkahnya yang diupload oleh para OTWer itu, yang mengamati tentunya disertai dengan meng-like atau komen-komen yang mendukung semangat para OTWer yang sedang berpetualang tersebut.
 
Dilihat dari satu sisi tentunya fenomena ini merupakan sesuatu yang menarik, karena masyarakat kita sudah mulai menyadari bahwa berwisata bersama keluarga itu adalah suatu kebutuhan. Karena ketika kita berada di lokasi wisata pikiran menjadi fres para orang tua sejenak melupakan beban rutinitas tugas di tempat kerja dan anak-anak bermain dengan riang gembira dan melepaskan diri dari beban tugas belajarnya.
 
Namun disisi lain ada perasaan sedikit miris yang menggayut di hati, yaitu ada perbedaan yang sangat mencolok antara yang berangkat atau OTW dengan yang datang ke kampung kita. lihatlah mayoritas yang berangkat menggunakan kendaraan mobil-mobil pribadi bahkan ada yang menggunakan pesawat udara, tentunya sudah terbayang oleh kita berapa besaran biaya yang dipersiapkan baik dalam perjalanan, penginapan, makan dan tiket masuk ke tempat-tempat rekreasi yang ditujuh.
 
Kalau kita kalkulasikan mungkin ada ratusan juta uang-uang kita yang kita belanjakan keluar daerah tersebut. Kegalauan ini juga terbaca dalam salahsatu status follower di media sosial, ini adalah wujud kepedulian anak negeri akan keadaan daerahnya.
 
Pertanyaannya sekarang adalah apakah di daerah kita tidak ada sesuatu yang bisa kita olah untuk kita tawarkan kepada orang luar agar mereka juga tertarik datang berkunjung ke tempat kita? sehingga ada keseimbangan (balance) yang diharapkan juga mampu menghasilkan kontribusi pendapatan dari cara yang sama untuk menambah income bagi pembangunan daerah kita. Kalau kita ada kemauan banyak potensi yang ada di daerah kita yang apabila kita lakukan inovasi secara kreatif akan mampu menarik minat para pendatang untuk berkunjung ke tempat kita. Kita memiliki sumber daya alam yang indah, ada goa, danau, perbukitan yang indah dan komunitas etnik dan budaya yang masih natural.
 
Selain itu kita juga sudah membangun artefak-artefak budaya yang juga mempunyai nilai sejarah dan daya tarik wisata. Yang masih kurang di daerah kita adalah “kemauan” dan kemampuan untuk mengelola potensi-potensi itu. Kita selalu memposisikan diri sebagai pembeli padahal kita juga punya dan mampu menjadi penjual.
 
Cikal bakal upaya itu sudah mulai terlihat, baik yang masih dalam wacana konsep maupun yang sudah berbuat (action) meskipun dalam skala kecil. Hal ini harus kita dukung bersama, karena kata orang bijak “untuk menyalakan api unggun yang besar diawali dengan sebatang lidi korek api” dan “seribu kilometer langkah kedepan selalu dimulai dengan langkah pertama”. Untuk itu saya mengajak kita semua, melalui momentum hari kemenangan Idul Fitri 1438 H ini kita canangkan tekad bersama bahwa kita harus bangkit dan berbuat. Berupaya kedepannya menghadirkan infrastruktur yang inovatif dan kreatif, yang outputnya tidak hanya bertujuan dengan fungsi sebagai prasarana infrastruktur dasar tetapi juga punya banyak manfaat lain (multi player efec) bagi kesejahteraan masyarakat kita.
 
Lebaran telah usai dan liburan-pun telah berlalu. Dan hari ini kita telah kembali dihadapkan dengan tugas dan tanggungjawab dimana posisi masing-masing kita berada. Tahun 2017 telah melewati pertengahan, kita sadari bahwa waktu kita sangat terbatas, untuk itu marilah kita tetap fokus untuk terus bekerja keras, bergerak cepat dan bertindak tepat, untuk dapat mencapai hasil yang telah direncanakan. Saatnya kita bersatu kembali bahu membahu dalam spirit Halal bil Halal untuk mengejar ketertinggalan dari daerah lain. menuju SAROLANGUN LEBIH SEJAHTERA 2022. Minal Aidin walfa Idzin, Mohon Maaf Lahir dan Bathin...
 
*Catatan:
Penulis adalah Warga Masyarakat Kabupaten Sarolangun.
 
Dalam catatannya, Ibnu Ziady mempertanyakan apakah di daerah kita tidak ada sesuatu yang bisa kita olah untuk kita tawarkan kepada orang luar agar mereka juga tertarik datang berkunjung ke tempat kita? Sebenarnya, kata Ibnu Ziady banyak potensi yang bisa untuk dikembangkan jika ada "kemauan" baik melalui berbagai insfrastruktur pembangunan dengan memperindah daerah hingga mempunyai daya tarik buat para pengunjung untuk berduyunan datang, tentu juga untul menambah kesejahteraan ekonomi rakyat, harap dan semangatnya.
 
Ibnu Ziady, selain dari warga Sarolangun, dirinya pernah menjabat sebagai Kepala Bidang di PUPERA Provinsi Jambi, dan hingga kini masih terus menjalani sebagai Ketua Perpani Pengprov Jambi dimana, banyak prestasi dan terbukti dari para atlit atlit panahan berkontribusi menyumbangkan medali emas di beberapa even nasional untuk nageri Jambi. (afm)
Dibaca 589 kali
Bagikan ke Medsos !

unnamed

BERITA 5 BAWAH

  • POLITIK JAMBI
  • HUKUM JAMBI
  • BERITA JAMBI
  • OPINI JAMBI

 

pers