JoomlaLock.com All4Share.net
Pemilu dan Demokrasi
Sri Asteti, SH

KEHADIRAN pemilih yang cerdas berdemokrasi menjadi satu kunci untuk meningkatkan kualitas pemilu dan demokrasi dan terampil dalam memperjuangkan kepentingan politik publik.

Sebelum membahas lebih jauh, terlebih dahulu mari kita memahami arti demokrasi. Berasal dari 2 kata, demos berarti “rakyat” dan kratos berarti “pemerintah”. Secara harfiah, demokrasi berarti “pemerintahan oleh rakyat”. Sedangkan negara yang demokratis berarti Negara yang meletakkan kedaulatan tertinggi di tangan rakyat.

Demokrasi pada prakteknya memiliki 2 bentuk dasar, yaitu Demokrasi Langsung dan Demokrasi Perwakilan. Di zaman Yunani kuno, penduduk di sana selalu ikut dalam pertemuan-pertemuan penting negara, seperti membuat aturan hukum, memilih petinggi militer, hakim dan lain sebagainya. Inilah yang dimaksud dengan Demokrasi Langsung.

Tetapi tentu saja dengan semakin bertambahnya jumlah manusia, demokrasi langsung ke negara tidak mungkin dilakukan lagi, ketika demokrasi langsung tidak bisa lagi dilakukan di tingkat negara, maka muncullah yang disebut Demokrasi Perwakilan. Demokrasi Perwakilan berarti masyarakat mulai menyampaikan kepentingan mereka melalui wakil yang ditunjuk atau dipilih. Berbagai cara untuk memilih dan mengelola perwakilan tersedi dan berbeda-beda di setiap negara. Di negara kita, sering disebut sebagai Pemilihan Umum atau Pemilu.

Pemilu adalah sarana menuju demokrasi.Dalam Pemilu yang berkualitas, warga negara harus bebas dalam mengekspresikan hak-hak dasarnya. Bukan hanya bebas, tetapi warga negara yang memenuhi hak pilih harus bisa menentukan pilihannya secara mandiri tanpa ada paksaan dan tekanan dari pihak manapun bahkan keluarga.

Bagi lembaga perwakilan rayat, pemilu yang berkualitas akan menjamin kepercayaan dan pengakuan masyarakat terhadap wakil-wakilnya sehingga masyarakat mau untuk menyalurkan kepentingan dan aspirasinya pada wakil-wakilnya.

Bagi warga negara, pemilu yang berkualitas akan menjamin tiga hal. Pertama, adanya ruang bagi ekspresi hak-hak dasar dan kedaulatan rakyat. Kedua, warganegara bisa mempengaruhi pembuatan kebijakan sehingga kepentingannya bisa dipertimbangkan secara setara dalam pembuatan kebijakan. Ketiga, terbentuknya wakil-wakil rakyat dan pemerintah yang akuntabel dan legitimate.

Pemilu yang ideal itu adalah pemilu yang bisa menjadi saluran partisipasi masyarakat. Untuk itu diperlukan partisipasi masyarakat yang seluas-luasnya dalam pemilu, selain itu juga pengawasan yang terus menerus oleh seluruh masyarakat dan partisipasi aktif dalam Pemilu. Partisipasi aktif dalam Pemilu adalah sarana pendidikan politik yang paling efektif bagi masyarakat. Masyarakat bisa secara aktif mempelajari pengetahuan-pengetahuan politik baru. Pengetahuan politik yang luas ini adalah salah satu aspek penting bagi masyarakat untuk mewujudkan sistem politik yang lebih demokratis dan lebih berkualitas.

Oleh: Sri Asteti. SH

 

Dibaca 190 kali
Bagikan ke Medsos !

bannerok2

BERITA 5 BAWAH

  • BERITA JAMBI
  • POLITIK JAMBI
  • HUKUM JAMBI
  • OPINI JAMBI
Post by Redaksi
19 FebruarI 2018 - 14:10