JoomlaLock.com All4Share.net
Merangsang Desa Wisata 'Danau Ugo'
Mochammad Farisi

Oleh : Mochammad Farisi

 

Pergeseran arah pembangunan yang berpusat pada daerah pedesaan harus dimanfaatkan dengan kreatif oleh masyarakat desa. Konsep desa wisata di beberapa daerah telah terbukti ampuh meningkatkan kunjungan wisata ke sejumlah lokasi di desa yang sebelumnya tidak pernah dilirik oleh wisatawan, sehingga perputaran ekonomi dan kesejahteraan masyarakat meningkat.

 


Kabupeten Batang Hari ternyata mempunyai “permata alam” yang sangat luar biasa elok nan indah dibalut kearifan lokal masyarakat desa. Masyarakat lokal menyebutnya DANAU UGO, berada di Desa Aur Gading Kecamatan Batin XXIV, +/- 60 menit menggunakan mobil dari Pusat Kabupaten. Konon nama UGO berdasarkan keterangan Datuk disana adalah nama orang penemu danau pertama kali.

 


Potensi wisata yang sangat besar ini tidak boleh dibiarkan ”tidur” kita harus terus mengedukasi dan memotifasi masyarakat desa untuk “bangun” bersinergi dengan berbagai stake holder menggeliatkan desa wisata yang saya yakin mampu menjadi penggerak roda ekonomi baru di Desa Aur Gading.

 


Sabtu 30 Desember 2017 kemarin saya sempat berkunjung ke Danau Ugo melihat potensi alam dan kearifan lokal masyarakat disana, serta beruntung bisa berkeliling desa dan danau ditemani ketua BPD Aur Gading Datuk Asro HR. Kami berdiskusi seputar konsep desa wisata yang saya tawarkan untuk menyulap desa Aur Gading menjadi destinasi wisata unggulan Kab. Batang Hari. Berikut rencana aksi yang saya tawarkan:

 


Pertama, merubah mindset masyarakat dan semua stake holder di desa yaitu Kepala Desa beserta perangkat Desa Aur Gading, BPD, pemuda, ibu-ibu untuk bersinergi menyamakan persepsi membentuk dan mengembangkan desa wisata. Menjelaskan manfaat dan keuntungan membentuk desa wisata. Karena dengan pemahaman yang baik dan sense of belonging atau rasa memiliki, konsep desa wisata ini akan berkembang dengan cepat. Hal ini bisa dilakukan dengan penyuluhan dan sosialisasi yang intensif pada masyarakat tentang sadar wisata dan sapta pesona berdasarkan kearifan local masyarakat setempat.

 


Kedua, yang harus dilakukan adalah membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yaitu kelembagaan di tingkat desa yang anggotanya terdiri dari berbagai unsur masyarakat yang memiliki kepedulian dan tanggung jawab serta mau berperan sebagai penggerak dalam menciptakan iklim kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya kepariwisataan dan sapta pesona di Desa. Untuk lebih kuatnya lembaga Pokdarwis desa perlu  membuat Peraturan Desa (Perdes) sebagai landasan hukum dalam pengelolaan, pembentukan struktur kelembagaan desa wisata supaya akuntable, transparan dan berazazkan kemanfaatan.

 


Setelah masyarakat sadar dan terbentuk Pokdarwis maka langkah ketiga adalah memetakan potensi apa saja di desa yang bisa di eksplore untuk mendukung desa wisata, misalnya perpaduan antara keindahan danau, kuliner ikan khas desa, tanaman bunga khas desa, kerajinan tangan dan seni budaya yang dibumbui dengan cerita-cerita rakyat atau folklore.

 


Berdasarkan pengamatan saya di lapangan, beberapa potensi yang bisa dimanfaatkan adalah membuat rute menuju Danau Ugo dan sepanjang jalan tersebut dibuat papan-papan unik bertuliskan seloko-seloko adat sehingga wisatawan juga mendapat edukasi tentang seloko adat yang mencerminkan kearifan lokal yang sekarang hampir punah.

 


Pertama masuk Desa Aur Gading adrenalin anda akan diuji dengan menyebrangi jembatan gantung yang hanya bisa dilewati menggunakan motor, saya lebih suka menyebut JJB atau Jembatan Jantung Bergoyang. Bagi anda adventurer sejati sensasi jembatan ini pasti anda sukai. Setelah itu anda akan menyusuri kebun dan rumah-rumah warga desa dan mulai memasuki perkebunan karet.

 


Rimbun hijau dan berjajar rapi pohon-pohon karet di sepanjang jalan menuju danau merupakan kekhasan tersendiri. Hal ini bisa juga dimanfaatkan sebagai agrowisata menyadap karet yang saya yakin sangat  memberikan pembelajaran yang mengasyikkan bagi wisatawan, dengan diajak langsung melihat bahkan memegang pisau secara langsung dan membuat guratan dipohon karet dan mengumpulkan tetesan karet ke wadah. Selain itu Pokdarwis bisa menyewakan sepeda ontel pada Wisatawan untuk berkeliling danau menyusurin pepohonan karet sembari menikmati udara sejuk danau Ugo serta membuat spot-spot foto yang unik di sekitar pohon karet untuk memanjakan netizen masyarakat digital jaman now.

 


Selain pohon karet, ternyata disekitar danau juga terdapat kebun-kebun durian milik warga. Di musim durian seperti ini paling asik “ngadang durian” atau menunggu durian jatuh langusung dikebun dan dinikmati di sekitar danau, merupakan surga wisata dan memberikan sensasi tersendiri bagi para pecinta durian.

 


Berdasarkan sapta pesona bersih dan indah, maka masyarakat desa juga harus mulai merapikan rumah-rumah disepanjang jalan menuju danau dengan menamam bunga-bunga khas /endemik Desa Aur Gading sehingga mempercantik dan memanjakan mata wisatawan saat menyusuri perkampung warga.

 


Rumah panggung khas Desa Aur Gading yang berada di jantung perkampungan warga juga bisa menjadi spot destinasi yang wajib dikunjungi, wisatawan tidak hanya diajak menikmati wisata alam tetapi ada unsur budaya dan mempelajari kearifan lokal desa.

 


Di area Danau Ugo, tepian danau harus dirapikan dengan membuat pedestrian bagi wisatawan untuk berjalan kaki menikmati pemandangan dan udara sejuk, serta disediakan kursi, ayunan dan spot-spot foto unik yang semuanya berbahan alami dari tumbuhan di sekitar danau seperti bambu, kayu, ilalang dan sebagainya. Perahu lokal masyarakat juga dapat disewakan bagi wisatawan untuk merasakan sensasi mendayung mengelilingi danau dengan kemanan yang memadai (rompi pelampung). Bagi yang hobi memancing, saya yakin tidak akan melewatkan spot mancing Danau Ugo. Sensasi strike ikan lambak menunggu anda para mancing mania.

 


Capek berkeliling dan lapar? Tenang ternyata di Danau Ugo sangat melimpah ikan yang sangat khas yaitu ikan lambak yg konon hanya ada disana dan rasanya sangat manis. Warga dapat membuka warung makan dengan sajian tradisonal dibakar dengan sajian dan bumbu khas Desa Aur Gading, menggiurkan bukan.

 


Keempat, masyarakat harus mulai dibiasakan mempraktekkan konsep dasar wisata yaitu Sapta Pesona (aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah dan kenangan). Wisatawan yang datang harus merasa aman dan tidak takut akan tindak kejahatan dan bahaya alam yang terjadi. Jalan masuk desa sampai ke lokasi wisata harus bersih dan rapi, ada tempat parkir, musholla, toilet umum yang bersih dan terawat dan yang paling penting adalah keramahtamahan masyarakatnya.

 


Kelima, Infrasruktur dasar juga harus dibangun, tidak harus aspal mulus, jalan tanah keraspun tidak masalah biar terasa sensasi adventurenya asal mulus dan ada penunjuk jalan yang jelas terpasang. Bila wisatawan ingin menginap maka homestay menjadi pilihan penginapan yang tepat, manfaatkan rumah tradisional penduduk yang penting MCKnya bersih dan air lancar. Atau bagi anda para komunitas-komunitas pemuda, tersedia juga camping area. Anda dapat gathering memupuk kebersaamaan bersama genk anda di tepi danau dengan permainan-permainan icebreaking dan outbond.

 

Keenam, membuat paket desa wisata yang berisi profil desa mulai dari arah jalan menuju desa, biaya transportasi dan akomodasi serta rute kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan, diceritakan secara menarik dan menggugah selera melalui website desa dan mempromosikan lewat dunia maya secara massif.

 

Masalah dana bagaimana? Apabila pemda belum terlalu serius menjadikan prioritas pembangunan, maka jangan manja menunggu perhatian atau bahkan dana dari pemda, prosesnya lama. Saatnya desa harus Aktif, Kreatif, Inovatif dan Komunikatif (AKIK) mengelola desanya dengan memanfaatkan Dana Desanya sendiri (APBDes). Saya yakin dengan niat dan keseriusan Desa Wisata Aur Gading dengan destinasi unggulan DANAU UGO akan menjadi primadona masyarakat Jambi dalam menghabiskan waktu akhir pekan bersama keluarga. 
------
Penulis Dosen Fisipol Unja

Dibaca 158 kali
Bagikan ke Medsos !

BERITA 5 BAWAH

  • BERITA JAMBI
  • POLITIK JAMBI
  • HUKUM JAMBI
  • OPINI JAMBI
Post by Redaksi
16 FebruarI 2018 - 20:13