JoomlaLock.com All4Share.net

bawas1u

Surat untuk Sang Koruptor
Ahmad Aap Patoni (Penulis)

Ditulis oleh : Ahmad Aap Patoni

Ketua Umum HMI Komisariat Fak. Syariah UIN STS Jambi

_________

 

Hari ini kita di gemparkan dengan sebuah tragedi, yang membuat provinsi Jambi hadir di televisi. Tapi bukan karena sebuah prestasi, melainkan adalah memakan uang rakyat yang mungkin sudah menjadi hobi.

 

Dengan bangga mendapat label pemimpin, tapi kelakuannya membuat rakyat frustasi, dan jauh dari kata pemimpin sejati. Apakah tidak bisa menahan diri dari korupsi ? Atau ini sudah menjadi makanan sehari-hari. Atau karena keserakahan dan nafsu yg menggelora di dalam diri, hingga melampaui batas diri.

 

Tapi apalah daya, inilah wakilku seorang maling berdasi, yang bisanya menebar janji bukan bukti. Mungkin dia lupa dengan janjinya sendiri, karena terbuai santapan manis di negeri ini, sehingga rakyat harus menjadi korban korupsi.

 

Suap menyuap di lingkungan pemerintahan sudah sering terjadi, dan hari ini kembali terjadi, di anggota legislasi. Bagaimana provinsi ini mau maju kalau APBD saja harus ada pelicin dulu baru ketok palu. Apakah seperti itu prosedur baru?

 

Padalah sering diartikan DPR, Dewan Perwakilan Rakyat adalah wakilnya rakyat, apakah ini yang di namakan wakil rakyat? Yang katanya memperjuangkan hak rakyat, tapi nyatanya membohongi rakyat.

 

Ingatkah ketika sebelum Ia menjadi seorang wakil rakyat. Siapapun yang ingin menjadi wakil rakyat, dia pasti mempunyai visi dan misi yang sangat luar biasa, yang pasti menyentuh para pendengar nya. Tapi apalah daya itu hanya angan, janji, dan teori yang jauh dari realita.

 

Kebohongannya terbungkus rapi dengan tujuan yg mementingkan kesenangan pribadi. Rakyat dibohongi pemerintah menjadi-jadi. Apakah ini yang disebut negeri yang katanya bisa berdikari? Kalau pemimpin bangsa ini masih doyan korupsi.

 

Rakyat dikorbankan pemimpin yang dapat kebahagiaan. Jauh dari kata kesejahteraan. Apakah ini bisa dibilang sebuah kemerdekaan?


Sepertinya kata merdeka ini hanya omong kosong belaka, nyatanya hari ini pemimpin menjajah rakyatnya sendiri. Mereka tidak tau diri, bahwa mereka menjadi karena dukungan rakyat itu sendiri, walaupun dengan cara membohongi.



Sangat miris kalau ini terus menerus terjadi.

 

Wahai koruptor yang tidak tau diri, dan tidak punya rasa malu yang tinggi. Dengan percaya diri ketika diwawancarai, masih melambaikan tangannya, bahkan tersenyum unjuk gigi di hadapan kami, padahal sudah jelas menjadi orang yang korupsi.

 

Terima kasih buat KPK. Tangkap saja mereka yang membabi buta dengan keserakahannya. Dan untuk sang koruptor semoga engkau tenang di dalam sana. (*)

Dibaca 859 kali
Bagikan ke Medsos !

BERITA 5 BAWAH

  • POLITIK JAMBI
  • HUKUM JAMBI
  • BERITA JAMBI
  • OPINI JAMBI