JoomlaLock.com All4Share.net
Kisah Nabi Daud dan Cacing Tanah
Ilustrasi

JAMBERITA.COM – Dalam kitab Mukasyafatul Qulub karya Hujjatul Islam Imam Al-Ghazali dikisahkan ketika Nabi Daud 'alaihissalam sedang asyik membaca Zabur di zawiyahnya, Ia melihat seekor cacing merah di tanah. Dalam hati, Ia bergumam, "Apa tujuan Allah dengan cacing tanah ini?"

Kemudian atas izin Allah cacing tersebut menjadi bisa berbicara dan berkata, "Jika siang Allah mengilhamkan kepadaku untuk memuji-Nya (bertasbih) sebanyak 1.000 kali, dan bila malam tiba aku membaca Sholawat kepada Nabi Muhammad sebanyak 1.000 kali pula,” ujar cacing.

“Lalu engkau wahai Nabiyullah, dzikir apa saja yang engkau bacakan di siang dan malammu agar aku bisa mendapat pelajaran darimu?" tanya si cacing.

Mendengar penuturan itu, Nabi Daud menjadi malu dan menyesali perbuatannya yang telah meremehkan cacing tersebut. Ia kemudian bertaubat dan melakukan apa yang dilakukan cacing tersebut.

Menurut Al-Habib Ahmad Kazim Al-Kaff, pimpinan Majelis Sayyidul Wujud Bandung, umur semua hewan tergantung dari dzikirnya kepada Allah. Jika seekor hewan behenti berdzikir, maka seketika itu juga nyawanya diambil. Namun tidak demikian dengan manusia.

Maka renungkanlah, betapa besar kasih Allah yang terus-menerus memberi kita kesempatan taubat sebab lalai mengingat-Nya, tidak seperti hewan yang langsung diambil nyawanya ketika lalai mengingat-Nya.(*)

Sumber : www.darkah.com

Dibaca 913 kali
Bagikan ke Medsos !