JoomlaLock.com All4Share.net

bawas1u

Mantan Rektor Ini Bilang Pergantian Pejabat di UIN Janggal, Ini Alasannya
Prof Muktar

JAMBERITA.COM- Pergantian pejabat di Tubuh Universitas Islam Negeri (UIN) STS Jambi mendapatkan tanggapan beragam. Salah satu datang dari guru besar UIN STS Jambi Prof Dr H Muktar yang juga mantan Rektor IAIN STS Jambi (sebelum jadi UIN).

 

Menurut Mukhtar, ada beberapa hal yang dapat dilihat dari proses pelantikan pejabat baru di lingkungan Kementrian Agama khususnya di UIN STS Jambi. Kejanggalan terjadi karena pemecatan pejabat dengan tanpa alasan yang berdasarkan aturan, mekanisme dan budaya yang mengedepankan nilai-nilai akademis.

 

“Proses pengangkatan dan pelantikan tersebut tentu membuat gejolak dan terkesan tidak transparan dan berdambak mendasar terhadap Budaya Organisasi sehingga berimplikasi terhadap proses kerja dan keprofesionalitasan kaum intelektual,”katanya.

 

Ia mengatakan, dalam kajian Administrasi, terdapat beberapa kejanggalan yang dilakukan oleh Rektor dan kroninya. Pertama, Pelantikan dilakukan pada malam hari, di luar jam dinas padahal yang dilantik pejabat kedinasan, pelantikan dilakukan secara misterius tanpa pemberitahuan,  tanpa basa basi, tanpa serah terima jabatan dan aset.  

                               

Kedua, Formasi Wakil Dekan tiba-tiba langsung menjadi Wakil Rektor II, atas nama Dr. Hidayat. Berdasarkan pendaftaran dan asesmen, Wakil Rektor II mendaftar sebagai calon wakil dekan, yang belum di proses sampai saat ini. Demikian juga formasi Dekan menjadi Direktur Pascasarjana, padahal sesuai form isian yang ditandatangani adalah untuk Dekan, tapi kenyataannya justru diangkat oleh Rektor jadi Direktur Pascasarjana.

 

Pemecatan pejabat dilakukan karena pejabat tersebut dianggap sudah dua Periode oleh rektor, tapi kenyataan yang diangkat rata-rata juga sudah dua periode. KelimaPejabat diangkat tidak didasarkan dengan analisis jabatan, kinerja dan prestasi kerja,  sehingga pejabat yang diamanatkan tidak memiliki kompetensi pada institusi yang dipimpinnya.    

 

Berikutnya, Rektor melakukan praktek nepotisme dengan mengangkat anak menantu sebagai Dekan fakultas Syariah atas nama Dr. Miftah dan ponakan kontan Rektor sebagai Dekan fakultas Tarbiyah, atas nama Dr. Armida. Rektor sengaja mengangkat anak dan keponakan ini, mungkin Ini yang sering disebut "Aji Mumpung", mumpung masih punya kekuasaan.

 

“ Melihat Kejanggalan Itu, banyak pihak menilai bahwa kebijakan Rektor dalam mengangkat pejabat Ini cacat hukum dan harus batal demi hukum.  Seorang Rektor perlu melihat dan mengkaji aturan dan norma-norma yang berkaitan dengan proses pengangkatan tersebut, karena dalam proses penggantian ini, Rektor dan kroninya tidak faham aturan Hukum,”katanya.(sm)

Dibaca 852 kali
Tagar Terkait:
Bagikan ke Medsos !

BERITA 5 BAWAH

  • POLITIK JAMBI
  • HUKUM JAMBI
  • BERITA JAMBI
  • OPINI JAMBI