JoomlaLock.com All4Share.net

tanbar

Jika Iuran PBAK UIN Tak Ada Dasar Hukum, Ombusdman: Itu Indikasinya Pungli
Taufik Yasak

JAMBERITA.COM - Kepala Ombusdman Provinsi Jambi Taufik Yasak mendesak pihak panitia Pengenalan Budaya Akademi Kemahasiswaan (PBAK) Universitas Islam Negeri (UIN) melihat kembalu peraturan Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia.

 

"Lihat dulu aturannya, ada nggak dalam rangka ospek itu. Kalau nggak salah ospek itu tidak boleh lagi.  Boleh mahasiswa baru itu untuk diberi pengenalan kampus. Pembekalan dan pengetahuan bukan digojlok gojlok," kata Taufik Yasak saat dikonfirmasi Jamberita.com, Sabtu (26/8/2017).

 

Taufik meminta, Maru harus ada kontrak dengan universitas. Sebab kata Taufik, kalau ada hal hal yang tidak dinginkan terjadi pada mahasiswa siapa yang bakal bertanggungjawab. Selanjutnya, soal pungutan terhadap Maru itu tidak boleh apalagi itu universitas negeri, sudah dibiayai Negara.

 

"Tidak boleh itu sudah ada aturannya, apapun pungutan itu tidak boleh. Kalaupun ada mana aturannya, dasar hukum dan SKnya dari rektor dan mengeluarkan adonyo biaya harus jelas dasar hukumnya," terang Taufik.

 

Taufik Yasak mengatakan, jika tidak ada dasar hukumnya, itu  sudah ada indikasi gratifikasi. Maka dari itu dirinya meminta pihak universitas segera mengambil tindakan.

 

"Kalau tidak ada aturan yang jelas, kembalikan nah kalau tidak, nanti ini bisa diadukan ke tim Sauber pungli sebab ini sudah pungutan liar yang terselubung," jelas Taufik Yasak.(afm)

Dibaca 994 kali
Bagikan ke Medsos !

BERITA 5 BAWAH

  • POLITIK JAMBI
  • HUKUM JAMBI
  • BERITA JAMBI
  • OPINI JAMBI
Post by Redaksi
15 September 2017 - 13:24